Beranda News Nusantara 2 Mahasiswa Kendari Tewas Saat Unjuk Rasa, Polisi Temukan 3 Selongsong Peluru

2 Mahasiswa Kendari Tewas Saat Unjuk Rasa, Polisi Temukan 3 Selongsong Peluru

47
BERBAGI
Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan salat gaib di depan Polresta Malang, Jawa Timur, Jumat 27 September 2019. Salat gaib yang juga diikuti polisi dan anggota TNI tersebut untuk mendoakan korban bentrok unjuk rasa mahasiswa di Kendari yakni Randi dan Muh Yusuf Kardafi. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan salat gaib di depan Polresta Malang, Jawa Timur, Jumat 27 September 2019. Salat gaib yang juga diikuti polisi dan anggota TNI tersebut untuk mendoakan korban bentrok unjuk rasa mahasiswa di Kendari yakni Randi dan Muh Yusuf Kardafi. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

TERASLAMPUNG.COM — Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atau Polda Sultra menggelar olah tempat terjadinya perkara tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari Immawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi, Sabtu 28 September 2019.

Randi meninggal setelah tertembak peluru tajam di dada saat aksi unjuk rasa menentang RUU KUHP dan UU KPK pada Kamis 26 September lalu.

Adapun Kardawi mengembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat akibat mengalami cedera serius dalam aksi tersebut. Presiden Joko Widodo meminta polisi mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Polisi menerjunkan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan tim penjinak bom untuk menyisir ruas jalan Abdullah Silondae. Tim menyisir sepanjang ruas jalan di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja Sultra, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra sampai perempatan lampu merah RSAD dr. Ismoyo.

Hasilnya, ditemukan tiga butir selongsong peluru. Ketiga selongsong itu ditemukan berada dalam selokan sisi luar pagar Kantor Dinas Tenaga Kerja. Jarak temuan selongsong satu dengan lainnya terpaut 20 sentimeter saja.

Selongsong itu tertutup dedaunan yang memenuhi selokan. Polisi selanjutnya langsung memberi penomoran pada selongsong itu satu demi satu. Petugas kemudian memasukkan selongsong ke dalam plastik untuk diidentifikasi.

Untuk mencari selongsong peluru ini, tim menggunakan detektor metal dan mencari secara visual.

Titik lokasi temuan selongsong ini hanya sekitar 2 meter dari lokasi Yusuf Kardawi roboh. Sebelumnya mahasiswa menemukan juga selongsong peluru di jarak 20 meter dari lokasi temuan Inafis tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Mabes Polri Brigjen Polisi DediPrasetyo mengatakan saat ini tim gabungan investigasi sedang bekerja. Tim investigasi itu katanya terdiri dari berbagai unsur dari Polda, Mabes Polri, pihak universitas, ombudsman dan pihak terkait lainnya. Dedi mengatakan investigasi ini akan dilakukan secara transparan dan obyektif.

“Siapa saja yang terlibat akan ditindak secara hukum. Tim akan bekerja secara maksimal. Dalam satu pekan ini akan ada hasil,” ujar Dedi di Rumah Jabatan Gubernur Sultra di Jalan Taman Suropati, Kendari, Sabtu, 28 September 2019.

Dedy mengatakan polisi telah melakukan pengamanan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sultra di Kendari itu sesuai prosedur. Mulai dari manajemen, langkah kontigensi bahkan untuk pengamanan unjuk rasa kepolisian membuat tactical floor game.

“Semua sudah dilaksanakan sangat baik. Polda menerima paparan dari polres bahkan membuat tactical floor game. Siapa berbuat apa, bertanggung jawab kepada siapa, kontingensi seperti apa, kemudian dicek lagi di tingkat Polres,” ujar Dedi.

Ia mengatakan, tak ada satu pun anggota polisi yang dibekali senjata api dalam demo mahasiswa tersebut.

Namun begitu, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan, jika dalam perkembangan investigasi ditemukan ternyata ada yang melenceng, maka hal itu tidak termasuk dalam bagian pengamanan .

“Intinya yang terlibat pengamanan aksi sudah kami cek, tidak ada satu anggota pun yang ada dalam surat perintah tugas pengamanan menggunakan senjata api,” kata Dedi.

TERAS.ID | TEMPO.CO

Loading...