Selama 2016, Polres Lampura Ungkap 913 Kasus Kejahatan

  • Bagikan
Operasi Zebra di Lampung Utara
Kapolres, AKBP. Esmed Eryadi menempelkan stiker tertib berlalu lintas kepada salah seorang pengendara sepeda motor, Selasa (29/11/2016).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Sepanjang tahun 2016, Polres Lampung Utara mengungkap 913 kasus kejahatan dari total 1.377 kasus kejahatan yang mereka tangani. Total kasus yang diungkap tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 2 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2015 silam.

“Dari Januari hingga Desember ini, total ada 1.377 kasus kejahatan yang kami tangani dengan 913 kasus di antaranya telah kami ungkap,” papar Kapolres, AKBP. Esmed Eryadi saat ‎press release kinerja Polres sepanjang tahun 2016, di Mapolres, Kamis (29/12/2016).

Menurut orang nomor satu di Polres ini, capaian kasus yang mereka ungkap tahun ini mengalami‎ kenaikan sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan capaian penyelesaian kasus tahun 2015 silam. Kendati demikian, capaian penyelesaian kasus tahun ini juga diiringi dengan kenaikan jumlah tindak pidana atau kejahatan yang terjadi pada tahun 2016.

‎”Tahun 2015 silam, total kasus kejahatan yang ditangani mencapai 1.353 dengan 866 kasus yang berhasil diungkap,” paparnya.

Perwira Menengah Kepolisian ini mengatakan, ribuan kasus yang ditangani pada tahun ini terdiri dari empat kelompok kejahatan‎ yakni kejahatan konvensional, transnasional, dan kekayaan negara, serta kontijensi. Rinciannya,1.290 kasus kejahatan konvensional, 84 kasus transnasional, 2 kasus kekayaan negara, dan 1 kasus kejahatan kontijensi.

Kasus konvensional itu seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), narkotika, judi, dan korupsi. Rinciannya, 182 kasus Curas dengan 88 kasus diungkap, 225 kasus Curat dengan 89 diungkap, 135 kasus curanmor dengan 36 kasus diungkap, 84 kasus narkotika, dan 8 kasus judi, serta 2 kasus korupsi.

Kasus Curas, Curat, Curanmor, bersama kasus senjata api dan narkotika ini menjadi perhatian utama pimpinan Polri. Untuk kasus senjata api, jumlah senjata api yang diamankan mencapai 99 pucuk dan jumlah kasus narkotika yang ditangani tahun ini mencapai 84 kasus dengan 119 tersangka. Barang bukti narkotika yang diamankan yakni 21,6 gram ganja, 163,34 gram sabu, dan 46 butir pil ekstasi.‎ Berbagai kasus yang mendapat perhatian para petinggi Polri ini mengalami penurunan sebesar 4 persen pada tahun. Tapi, kalau dilihat dari sisi penyelesaian kasus, penyelesaiannya mengalami peningkatan sebesar 14 persen.

Adapun kasus kecelakaan lalu lintas, terusnya lagi, ‎mencapai 267 kasus dengan korban yang meninggal dunia mencapai 43 orang. Sedangkan, korban luka berat dan luka ringan masing – masing yakni 242 dan 234 orang. Kerugian materi akibat kecelakaan pada tahun ini mencapai Rp1.170.370.000. Sementara jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi pada tahun 2016, jumlahnya mencapai 9.800 pelanggaran dan denda yang dihasilkan mencapai Rp490 juta.

“Untuk kasus yang berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat pada tahun ini, totalnya mencapai tiga kasus. Ketiga kasus ini ialah kasus sengketa lahan,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Kapolres juga mengimbau agar masyarakat turut berperan serta dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayahnya, dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang menyesatkan serta mendukung upaya penegakan hukum sesuai dengan Perundang – undangan yang berlaku.

“Semua ini untuk mewujudkan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap selalu kondusif,” imbaunya.

  • Bagikan