Beranda News Nasional 245 WNI yang Dievakuasi dari Cina Ditempatkan di Natuna

245 WNI yang Dievakuasi dari Cina Ditempatkan di Natuna

263
BERBAGI
Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan tentang rencana pemulangan WNI dari Kota Wuhan, China.

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan karantina terhadap 250 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China, pada hari ini (1/2/2020), di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Menlu Retno Marsudi mengatakan ada sebanyak 245 WNI di Provinsi Hubei ditambah lima anggota tim aju yang akan dipulangkan ke Indonesia.

“Jadi jumlah yang akan naik dari Wuhan adalah 250 orang,” kata Retno, dilansir BBC, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Rertno, para WNI yang “berada di beberapa titik di Provinsi Hubei sudah mulai bergerak menuju Bandara Wuhan”, seperti para WNI di Kota Enshi (542 km dari Bandara Wuhan), Jingzhou (222 km dari Bandara Wuhan), Huang Shi (100 km), Xianning (98 km), dan Wuhan itu sendiri.

“Jumlah WNI kita yang akan kembali dengan tim penjemput 245 orang + 5 tim Aju kita yang sudah ada di lapangan dari sejak kemarin ikut pulang untuk menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Menurut Retno, pesawat yang digunakan adalah pesawat berbadan lebar agar semua WNI yang bersedia dievakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa melalui transit.

“Siang ini saya telah bicara dengan tim aju dari KBRI Beijing yang telah memasuki provinsi Hubei. Persiapan di beberapa titik di Provinsi Hubei khususnya Wuhan saat ini sedang berjalan,” katanya.

Sementara itu persiapan penerimaan di Indonesia juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku.

Menkes Terawan menegaskan bahwa ker-250 WNI itu adalah yang sehat.

“Nanti akan kita lakukan namanya adalah transit observasi sesuai protokol WHO dan tentu saja itu membutuhkan kedisiplinan. Protokol transit observasi mengobservasi orang yang sehat, bukan orang yang sakit,” tegasnya.

Panglima TNI menyatakan pemerintah memilih Natuna sebagai lokasi transit observasi “sementara sampai dengan dinyatakan bebas bisa bertemu dengan keluarga.”

“Kita memiliki tempat isolasi yang jauh dari penduduk. Dan yang terbaik dan terpilih adalah wilayah Natuna,” katanya.

Dia memaparkan bahwa Natuna adalah pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga angkatan.

Natuna, tambahnya, juga memiliki landasan pacu yang berdekatan dengan wilayah yang nanti digunakan untuk isolasi.

“Sehingga nanti saudara-saudara kita yang datang langsung turun dari pesawat tempat penampungan mereka dan mampu menampung sampai dengan 300.

“Sedangkan jarak dari hangar itu sendiri sampai ke tempat penduduk kurang lebih mungkin antara lima sampai enam kilo. Sehingga dari hasil itu memenuhi syarat untuk protokol kesehatan.

Loading...