Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan 261 Pendamping PKH Lampung Selatan Dapat Bantuan Sepeda Motor

261 Pendamping PKH Lampung Selatan Dapat Bantuan Sepeda Motor

637
BERBAGI
Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Lampung Selatan, Ahmad Gustus saat menyerahkan bantuan kendaraan sepeda motor secara simbolis kepada pendamping PKH Lampung Selatan di halaman Dealer Yamaha Jalan Raya Sidomulyo, Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Senin (25/3/2019).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Sebanyak 261 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mendapat bantuan sepeda motor sebagai alat kendaraan operasional.

Bantuan kendaraan operasional merek Yamaha Vega Force SW keluaran 2019 itu diserahkan secara simbolis oleh Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Lampung Selatan, Ahmad Gustus, kepada 68 pendamping PKH di halaman Dealer Yamaha Jalan Raya Sidomulyo, Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Senin (25/3/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Ahmad Gustus mengatakan ada 261 orang pendamping PKH se-Lampung Selatan yang menerima kendaraan sepeda motor tersebut. Mereka terdiri dari 235 orang pendamping PKH dari 17 Kecamatan, 17 koordinator PKH Kecamatan, 3 orang Koordinator Kabupaten, 3 orang supervisor Kabupaten, dan 3 orang koordinator operator Kabupatren.

“Total pendamping PKH di Kabupetan Lampung Selatan ada 261 orang. Baru sekitar 68 unit kendaraan yang sudah diserahkan sore tadi kepada pendamping PKH. Sisanya akan diserahkan  besok secara bertahap. Harus bertahap, karena kendaraan ini  harus dirakit dan distel terlebih dulu,”ujarnya kepada teraslampung.com, Senin (25/3/2019).

Menurutnya, bantuan pengadaan kendaraan operasional untuk pendamping PKH Lampung Selatan ini menggunakan alokasi dana Pemkab Lampung Selatan dari APBD 2018.

“Bantuan kendaraan operasional ini diberikan, tidak lain untuk memudahkan dan menunjang kinerja mereka. Sebab pendamping PKH ini, setiap hari melakukan pendampingan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM),”ungkapnya.

Ahmad mengatakan, status kendaraan tersebut adalah pinjam pakai. Pemegang kendaraan operasional wajib merawat kendaraan yang telah diberikan sesuai prosedur.

“Kebutuhan bahan bakar dan perawatan ditanggung oleh si pemegang kendaraan. Sedangkan pajak tahunannya disubsidi oleh Pemkab Lampung Selatan,” kata Ahmad.

Ahmad meminta penerima kendaraan tersebut bisa merawat dan memanfaatkan kendaraan operasional tersebut dengan baik.

“Jngan digunakan untuk kegiatan lain diluar dari ketentuan dinas atau konteks pendampingan PKH,” kata dia.

Sementara Koordinator PKH Kecamatan Sidomulyo, Keti Hermiati (37), mengaku sangat senang mendapatkan bantuan kendaraan operasional.

“Saya senang dapat bantuan kendaraan operasional dari pemerintah. Selama ini kami bertugas pakai kendaraan pribadi. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan kendaraan dinas ini dapat lebih memacu semangat saya dan teman-teman pendamping PKH lainnya dalam bekerja,” katanya.

Loading...