Beranda Ekbis Kuliner 48 Tenant Siap Meriahkan Lalang Waya Market II di Taman Gajah

48 Tenant Siap Meriahkan Lalang Waya Market II di Taman Gajah

152
BERBAGI
Lalang Waya Market di Taman Gajah, Enggal, Bandarlampung pada November 2018 lalu.
Virtual Product March 2019

TERASLAMPUNG.COM — Lima hari menjelang perhelatan Lalang Waya Market II di Taman Gajah Enggal Bandar Lampung, 8 Maret 2019, panitia terus melakukan berbagai persiapan.

Persiapan itu dilakukan untuk menciptakan suasana baru Lalang Waya II yang berbeda dengan Lalang Waya Market I. Penyegaran suasana ini dilakukan agar pengunjung tidak bosan dengan suasana yang sama di Lalang Waya Market serta acara serupa yang sudah banyak diselenggarakan di Bandar Lampung.

BACA: Genpi Lampung Kembali Gelar “Lalang Waya Market”

“Seperti halnya pada gelaran pertama, untuk gelaran kedua ini antusias dari para calon pedagang pun luar biasa. Minggu lalu kami buat pengumuman ke para pedagang dan disambut antusias. Dalam 3 hari terdata 525 calon tenant yang mendaftarkan diri ingin bergabung di Lalang Waya Market. Padahal kita hanya membutuhkan 48 tenant, ” kata  Ketua Komunitas Lampung Foodies, Alejenes, Minggu, 3 Maret 2019.

Ale menjelaskan, proses pemilihan tenant dimulai dari pengisian formulir yang kita sediakan. Dari situlah kelihatan nama produk, menu, dan harganya. Akun instagram para tenant juga menjadi bahan pertimbangan komunitas Lampung Foodies yang menjadi rekanan Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung dalam gelaran Lalang Waya Market kedua.

“Misalkan ada tenant yang menjual nasi uduk dan kami belum pernah mencobanya, maka kami lihat dulu akun intagramnya. Kalau akun instagramnya aktif, foto-fotonya bagus dilihat, dan banyak testimoni dari pembeli, maka itu menjadi nilai plus dari kami,” ujar Ale menjelaskan salah satu proses kurasi makanan.

Keunikan makanan juga menjadi hal yang diperhatikan oleh Komunitas Lampung Foodies. Banyak sekali kuliner yang dicari masyarakat ketika ada festival atau bazar.

“Kuliner-kuliner kelas bazar itu akan laris di acara Lalang Waya Market. Padahal sehari-harinya belum tentu laku,” ungkap Ale.

Dari hasil kurasi makanan oleh Komunitas Lampung Foodies, maka didapatlah sebanyak 48 tenant yang akan siap tampil mulai 8 Maret 2019 mendatang. 47 dari usaha kecil dan 1 dari brand besar.

“Lampung Foodies (@kuliner_lampung, @sigerfoodies, dan @lampungkuliner) bersama Genpi Lampung sudah adakan teknikal meeting pada Selasa (26/2) lalu. Kita bersama-sama akan mengangkat 48 tenant yang rata-rata merupakan usaha kecil masyarakat Bandar Lampung,” imbuh Ale.

Sedangkan Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung Dito Dwi Novrizal menjelaskan, untuk proses pembayarannya selama acara Lalang Waya Market menggunakan Go-Pay.

“Selama pelaksanaan Lalang Waya Market, tanggal 8 Maret sampai dengan 18 Maret, pengunjung mendapat kemudahan membayar melalui Go-Pay. Selain cashless, keuntungan lain yang diterima pengunjung adalah mendapatkan cashback sebesar 30%,” ungkap Dito.

“Dan untuk Lalang Waya Market sendiri brandnya ada tradisi Lampung yang diangkat dan dikemas kekinian. Pada sesion pertama ada fashion show yang mengangkat Wastra Lampung dan musik tradisi Lampung. Ini yang membedakan Lalang Waya Market dengan kegiatan sejenis di Lampung,” pungkas Dito

Adapun 48 tenant yang akan meramaikan Lalang Waya Market adalah; Masakan Rumah Kita, Nasi Uduk Nyempil, Bakso Judes, Jeruk Limau, Yolo Kitchen, Chickpy, Kofitaim, Yummypie, Es Bang Panji, Sosgul Indonesia, Tteokbokki J Unity, Baso Aci Ganteng, Luplup Bubble Drink, Takoyaki Tomtom, Bakso Bakar WS, Kerak Telor, Encim Gendut, Jagung Melted & Ngejas Ngejus, Squid Ice Squad, Cupabowl, Crepes Signature.

Lalu ada Kebab Corner, Taichan Acit, Cendol Nareswari, Kogo Comdog, Kedai Mercon Malikha, REsol Murni, Capitall, Seblak Jago, Kerang Keki, Jajanan Shakasik, Gudeg Ibu Ning, Siomay Abah Aden, Ogu x Ogu, Roti John Nyok, Mr BBQ Lampung, Sate Padang 3 Putra, Ayips, nay Nay Thai Tea, mamikeki, Matcha O, NOngkrong Ngemil, Seblak Judes, Bucikan, Jambu Bangkok BDL, Sandwichnation Way Halim, Bloopink, dan Nestle.

TL|RL

Loading...