Beranda News 58 KK Masih Menolak Pembangunan SUTET di Bukit Kemuning

58 KK Masih Menolak Pembangunan SUTET di Bukit Kemuning

688
BERBAGI
Bupati Agung Ilmu Mangkunegara (kanan) bersama Kepala Kejari, Yusna Adia dan Ketua DPRD Lampung Utara (kiri) menjelaskan hasil pertemuan seputar penyelesaian SUTET

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi– Persoalan pembangunan Saluran Udaran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) ‎yang mendapat penolakan sejumlah warga di Bukit Kemuning, Lampung Utara ternyata belum berakhir. Padahal, jaringan transmisi listrik itu sangat dibutuhkan untuk mengatasi defisit daya listrik di Lampung.

Dari 67 kepala keluarga yang mempersoalkan pembangunan SUTET sampai saat ini masih ada  58 KK yang masih berkukuh menolak. Mereka menolak pembangunan SUTET karena tidak sepakat dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan PLN.

Dalam negosiasi sebelumnya (7 Desember 2015) sebanyak delapan KK yang semula menolak SUTET akhirnya sepakat pembangunan SUTET. Kalau saat ini masih ada 58 KK yang menolk pembangunn SUTET, artinya dalam tempo sekitar satu setengah tahun hanya bertambah satu KK yang sepakat pembangunan SUTET.

BACA: Delapan Warga Bukit Kemuning Akhirnya Sepakat PLN Bangun Menara Transmisi Listrik

Banyaknya KK yang menolak pembangunan SUTET menyebabkan PT PLN belum dapat membangun transmisi listrik di wilayah tersebut meski keberadaan transmisi itu sangat penting bagi Lampung.

Keberadaan jaringan transmisi ini diprediksi dapat mengurangi krisis listrik di Provinsi Lampung yang selama ini terjadi.‎ Sebab, jaringan transmisi listrik di Bukit Kemuning merupakan jantung pasokan listrik dari interkoneksi Sumatera bagian Selatan.‎

Belum selesainya persoalan seputar SUTET ini terungkap saat Bupati Agung Ilmu Mangkunegara menggelar rapat bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kotabumi, Yusna Adia dan Ketua DPRD, Rahmat Hartono, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Yusna Aidia, serta perwkilan Kejaksaan Tinggi Lampung, di kantor Kejaksaan Kotabumi, Kamis (6/4/2017).

Bupati Agung Ilmu Mangkunegara memaparkan bahwa sejatinya, persoalan ganti rugi SUTET di Bukit Kemuning ini menjadi perhatian bersama. Inilah yang mendasari adanya pertemuan membahas SUTET. Tujuannya, agar manfaat dari jaringan transmisi itu dapat dirasakan oleh seluruh warga.

“Pertemuan ini untuk mencari jalan ke luar dari persoalan SUTET,” kata Bupati usai pertemuan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu, mereka membahas apa saja kendala yang membuat pembangunan jaringan transmisi itu menjadi tersendat begitu lama. Alhasil, persoalan SUTET ini akhirnya mulai menemukan titik temu khususnya mengenai besaran ganti rugi bagi warga.

Kendati demikian, Agung menolak menyebutkan secara rinci berapa besaran ganti rugi yang ia maksud. Hanya yang bersangkutanlah yang layak menyebutkan berapa besaran ganti rugi yang akan mereka terima. Hingga kini, dari 67 Kepala Keluarga, 58 di antaranya masih belum sepakat dengan pendirian jaringan transmisi itu.

“PLN sudah turun langsung didampingi pengacara negara sedang melakukan negosiasi dengan warga,” terang bapak tiga anak ini.

Masih menurut dirinya, pembangunan jaringan transmisi yang berada di daerah tersebut merupakan salah satu dari proyek strategis nasional. Tak hanya warga Provinsi Lampung saja yang akan merasakan manfaat dari pembangunan itu, melainkan warga Provinsi Sumatera Selatan pun akan turut merasakan manfaatnya.

Suami Endah Kartika Prajawati itu memastikan tak akan menolerir adanya praktik percaloan atau makelar dalam persoalan ganti rugi SUTET. Baik Pemkab, Kejaksaan maupun lembaga legislatif akan terus memediasi persoalan ini agar cepat selesai namun tetap tak merugikan rakyat.

“Kami hanya mengamankan kebijakan yang menjadi proyek nasional tapi tetap berupaya agar warga tak dirugikan dalam kebijakan ini,” kata putra mantan Bupati Way Kanan ini.‎

Sebelumnya, Manajer Distribusi PLN Lampung, Alam Awaludin menyatakan penolakan warga areal tanahnya dilalui jaringan listrik di Bukit Kemuning, Lampung Utara berimbas pada krisis listrik karena jaringan transmisi listrik di Bukit Kemuning merupakan jantung pasokan listrik dari interkoneksi Sumatera bagian Selatan.

Loading...