Beranda Hukum Narkoba 700 Gram Sabu Ditemukan di Dalam Kotak Lampu Led di Bagasi Bus

700 Gram Sabu Ditemukan di Dalam Kotak Lampu Led di Bagasi Bus

476
BERBAGI
Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan (tengah) saat menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari tersangka Husman Husni (52), warga Desa Serirengas Permatan, Medan, Sumatera Utara.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan (tengah) saat menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari tersangka Husman Husni (52), warga Desa Serirengas Permatan, Medan, Sumatera Utara.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan, menggagalkan pengiriman paket sabu-sabu seberat 700 gram yang ditemukan di kotak bekas lampu led didalam bagasi Bus ALS jurusan Medan-Jakarta. Paket barang haram tersebut, diamankan petugas dalam pemeriksaan rutin di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni, Selasa 10 April 2018 lalu sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan mengatakan, paket sabu-sabu seberat 700 gram yang disita ini, dikemas dalam 7 bungkus plastik klip ukuran besar. Ratusan gram barang haram (narkoba) tersebut, ditemukan petugas di kotak bekas lampu led didalam bagasi Bus ALS plat nomor BK 7988 DJ dengan jurusan Medan-Jakarta.

“Satu kotak lampu led, berisi dua plastik sabu dan satu kotaknya lagi berisi lima paket sabu. Paket sabu-sabu itu, merupakan barang kiriman dari Kota Medan, Sumatera Utara dengan tujuan loket Bus ALS yang ada di Tangerang,”ujarnya, Selasa 17 April 2018.

Mantan Kapolres Pesawaran ini mengutarakan, dari pengungkapan tersebut, petugas melakukan pengembangan ke alamat penerima loket bus ALS di Tangerang. Keesokan harinya Rabu 11 April 2018 sekitar pukul 16.30 WIB, petugas berhasil menangkap pemilik paket 700 gram sabu tersangka Husman Husni (52), warga Desa Serirengas Permatan, Medan, Sumatera Utara.

“Petugas menangkap tersangka Husman, saat hendak mengambil paket kiriman yang berisi 700 gram sabu-sabu di pull Bus ALS Tangerang. Selanjutnya, petugas membawa tersangka dan barang bukti ke Mapolres Lampung Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut,”ungkapnya.

Dari keterangan tersangka, kata Syarhan, bahwa paket kiriman sabu tersebut adalah benar miliknya. Tersangka Husman mengirimkan paket barang haram tersebut, dengan modus melalui jasa pengiriman paket untuk menghindari pemeriksaan petugas di Seaport Intrdiction.

“Jadi tersangka Husman sengaja manfaatkan jasa pengiriman paket melalui bus, sedangkan tersangka sendiri naik kendaraan lain untuk mengelabui petugas dan menghindari pemeriksaan,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati.