Beranda Views Kisah Lain 72 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Kampung Karya Makmur SP 1 Belum Nikmati...

72 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Kampung Karya Makmur SP 1 Belum Nikmati Listrik

270
BERBAGI
Warga Kampung Raya Makmur SP 1, Kecamatan Bandar Mataram. Kabupaten Lampung Tengah istirahat di kebun karet.

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun sudah 72 tahun Indonesia merdeka, tetapi Kampung Karya Makmur SP 1, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung masih belum mendapatkan aliran listrik dari PLN.

Listrik masih menjadi barang mewah bagi ribuan warga Kampung Karya Makmur SP 1. Hal itu cukup merepotkan, karena mobilitas warga tebatas dan penerangan pada malam hari seadanya.

Andri (21), warga Kampung Karya Makmur SP 1, mengaku untuk memenuhi kebutuhan  listrik, warga di kampungnya hanya mengandalkan genset. Itu pun hanya pada malam hari.

Ia dan warga lain pun merasa iri jika menyaksikan warga di kampung lain sudah bisa menikmati listrik sehingga kampung pun benderang pada waktu malam.

“Rasanya mau seperti kampung-kampung lainnya yang bebas menikmati listrik,” ungkap Andri, Kamis (20/8/2017).

Andri mengakui, penggunaan genset oleh ribuan warga di kampungnya ini bukannya tanpa kendala.

Mayoritas yang mendiami Kampung Karya Makmur adalah buruh tebang PT Gunung Madu Plantation (GMP). Sejumlah warga ada juga yang ingin beraktifitas seperti menjalankan usaha wiraswasta.

Masalahnya, kata dia, untuk menjalankan usaha di siang hari sangat membutuhkan pasokan listrik.” Sekarang gimana mau pake listrik kalau hanya bisa digunakan di malam hari,” keluh Andri.

Program listrik masuk kampung Karya Makmur SO 1 sebenarnya sudah dilakukan sejak lama dan ada yang mengkoordinir. Sayangnya, sampai saat ini uang berkisar 1 jutaan yang disetorkan setiap kepala keluarga tidak jelas. Uang hilang, listrik pun tak datang.

” Sudah lama mas kita setor duit, nyatanya sampai sekarang ga masuk tuh listrik,” imbuhnya.

Andri pun berharap ada campur tangan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut. Dan juga kepada pihak-pihak yang sudah terlanjur mengambil uang mereka bisa ditindakkanjuti.

“Segera wujudkanlah, kita tidak ingin juga timbul persoalan ke depannya. Ini juga musim nya dekat pemilihan gubernur Lampung, mungkin para calon gubernur bisa mendengar keluhan kami seperti pak Arinal,” harapnya.

Loading...