80 Persen Petani Sumsel akan Pilih Jokowi-JK

  • Bagikan

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

Jokowi-JK (ilistrasi devianart)

PALEMBANG – Sekretariat Nasional Tani  Jokowi Sumatera Selatan meyakini dari 2 juta atau 80 persen petani di Sumsel akan memilih Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

“Sebanyak 80 persen dari 2 juta jumlah petani kita secara sporadis kita sentuh. Jadi sekitar 1,2 juta petani Sumsel kita dorong untuk memperjuangkan Jokowi,” kata Ketua Seknas Tani Jokowi Sumsel Anwar Sadat, saat Deklarasi Seknas Tani Jokowi Sumsel di Hotel Paradise Jl. Kapten A Rivai, Palembang, Minggu (1/6/2014).

Menurut dia, Seknas Tani Jokowi Sumsel ini tidak terhubung dengan parpol pendukung Jokowi, meskipun tetap berkoordinasi.

“Kami akan mengkampanyekan Jokowi, mengkonsolidasikan dengan rapat akbar di kampung-kampung, mensosialisasikan Jokowi paham petani, pekerja keras. Pada saat hari H akan ikut memantau, mengawasi, dan meminimalisir,” ujarnya.

Seknas Tani Jokowi mengaku memiliki alasan tersendiri menjatuhkan pilihan dukungan kepada Jokowi-JK. Menurut Anwar Sadat, salah satu alasannya adalah karena Jokowi berkomitmen bangun seribu desa mandiri motor penggerak, bangun bank-bank keuangan petani, pasar rakyat dengan tujuan beli hasil petani dengan harga memadai.

“Yang utama Indonesia dicekam konflik agraria. Hingga catatan 2013 ada 369 kasus. Intimidasi, pemenjaraan petani, aktivis agraria ditahan dan meninggal. Kita berkeyakinan Jokowi bisa memperjuangkan. Massa tani aktivis sudah sampaikan ke Jokowi soal agenda ini. Jokowirdikelilingi orang yang paham soal agraria. Jokowi akan melaksanakan reforma agraria (landreform),” kata Anwar Saddat.

Ia mengaku, Seknas Tani Jokowi di Indonesia termasuk di Sumsel memastikan mendukung secara sukarela. Dipastikan tidak didanai dari partai maupun Jokowi.

“Kawan-kawan ke Jakarta. Selanjutnya deklarasi di kabupaten basis kita, rapt akbar secara masif melibatkan anggota petani kita. Jokowi simbol harapan kebangkitan rakyat. Jokowi itu hanya bisa kalah kalau dibom atau dicurangi. Bom isu maupun bom sebenarnya,” tandasnya.

  • Bagikan