Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Efrizal Arsyad: Tak Bisa Temukan “Hilangnya” 9 Mobil Bantuan, Seharusnya Dishub Lampura...

Efrizal Arsyad: Tak Bisa Temukan “Hilangnya” 9 Mobil Bantuan, Seharusnya Dishub Lampura Malu

55
BERBAGI
Mobil dinas dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang diamankan anggota Kodim 0412 Lampung di pasar sentral Kotabumi, Selasa (17/3) sekitar pukul 20:0 WIB.

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI– Mantan Staf ahli Bupati Lampung Utara (Lampura), Efrizal Arsyad mengkritik kinerja tim Dinas Perhubungan yang hingga kini belum berhasil menemukan keberadaan 9 unit mobil milik Pemkab yang diberikan kepada Kelompok Tani (Poktan) ‘bermasalah’.

“Kemarin  yang berhasil menemukan dan mengamankan satu dari 9 unit mobil yang diberikan kepada Poktan yang diduga Poktan siluman alias fiktif itu ternyata Kodim 0412 Lampung Utara, bukan oleh tim yang Dinas Perhubungan (Dishub). Seharusnya  Dishub itu malu dengan keberhasilan pihak Kodim mengamankan 1 unit mobil yang selama ini mereka cari. Yang menemukan  mobil itu seharusnya tim Dishub, bukan Kodim,” sindir mantan staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia ini, Minggu (29/3).

Menurut Efrizal, pembentukan tim yang digawangi oleh Dishub Lampura untuk mengurusi perkara 8 unit mobil yang tersisa merupakan hal yang sangat mubazir. Karena selain mubazir, sejatinya penyelesaian perkara ini tidak sesulit seperti yang dibayangkan jika memang Dishub memiliki komitmen serius untuk menyelesaikannya.

“Untuk selesaikan masalah mobil – mobil itu sangat mudah. Cukup dibahas di internal Dishub saja. Enggak perlu bentuk tim yang enggak ada hasilnya,” kata dia.

BACA: Kodim Lampung Utara Amankan Mobil Dinas Kementerian PDT

Menurut Minak Ef, sapaan akrab Efrizal Arsyad, Dishub cukup mengundang seluruh mantan petinggi Dishub seperti mantan Kepala Dinas tahun 2010/2011, dan tahun 2012/2013, seperti Asmidi dan Kodari.

Selain itu, Dishub juga harus memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK), serta bendahara barang yang terlibat dalam pengadaan mobil – mobil itu. Pemanggilan mantan petinggi Dishub dan mantan pejabat lainnya itu untuk mempertanyakan bagaimana prosedur hibah mobil kepada para Poktan dimaksud. Tujuannya, untuk mengetahui keberadaan mobil itu.

“Kalau mereka (mantan pejabat) masih ngeyel (bandel) juga, limpahkan ke inspektorat atau Polisi,” paparnya.

Efrizal menuding tak jelasnya rimba dari kesembilan mobil (kini tinggal delapan) itu mengisyaratkan bahwa mobil – mobil itu memang sengaja digelapkan oleh sejumlah oknum – oknum Dishub. “Ada indikasi penggelapan karena mobil – mobil itu harusnya diberikan ke Poktan. Kenapa bisa ke orang lain (seperti yang terjadi dalam penangkapan satu unit mobil yang diamankan oleh Kodim),” tutur dia.

Sebelumnya, Selasa (17/3) sekitar pukul 20:0 WIB, Komando Distrik Militer 0412 Lampura berhasil mengamankan satu unit mobil dinas dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dengan nomor polisi BE 9023 JZ. Mobil jenis Toyota Hilux berplat dinas BE 9023 JZ itu ditangkap saat membongkar muat ikan di pasar sentral Kotabumi.

Diketahui, Hibah alat transportasi berupa mobil dari Kementrian Pembangungan Daerah Tertinggal (KPDT) sejak tahun 2010, 2011 dan 2012 kepada Kabupaten Lampura diduga bermasalah.

Berdasarkan data yang diperoleh Teraslampung.com,  sejak tahun 2010 hingga 2012, bantuan hibah dari Kementerian PDT itu mencapai 9 unit kendaraan. Rinciannya, tahun 2010 sebanyak 4 unit kendaraan, tahun 2011 sebanyak 2 unit dan tahun 2012 sebanyak 3 unit.

Salah satu contoh kendaraan yang dihibahkan ke Poktan yaitu mobil Pick Up Mitsubishi Strada CR2.5 A DC. Kedelapan unit kendaraan ‘bermasalah’ yang masih belum ditemukan itu memiliki nomor Polisi yakni BE 9019 JZ, BE 9024 JZ, BE 9017 JZ, BE 9417 JZ, BE 9418 JZ, BE 9421 JZ, BE 9422 JZ dan BE 9423 JZ.