Beranda Budaya Pentas “Abad Kejayaan”, Tentang Raja Suleiman yang Takluk oleh Wanita

“Abad Kejayaan”, Tentang Raja Suleiman yang Takluk oleh Wanita

953
BERBAGI

PADA Sabtu malam (30/5/2015) film “Abad Kejayaan” yang disiarkan ANTeve mendedahkan episode ekeskusi Ibrahim Pasha. Perdana Menteri Kekaisaran Ottoman yang berjasa besar membuat Kekaisaran Ottoman dan menjadi kerajaan yang besar dan disegani di daratan Eropa.

Eksekusi itu setidaknya menyiratkan dua hal. Pertama, Raja Suleiman adalah raja kuat yang lemah. Dikatakan kuat tetapi lemah karena ia bisa manjadi penguasa besar tetapi tunduk di hadapan mulut manis wanita budak yang kemudian menjadi istrinya, Putri Hurem.

Kedua, Raja Suleiman bukanlah sosok agung yang tahu berterima kasih kepada orang kepercayaan yang pernah membantunya menjadinya kekaisarannya besar dan jaya. Ibrahim Pasha, bagaimanapun, adalah sosok pengabdi setia yang memiliki andil paling besar dalam menaklukkan Rodes dan Hungaria. Sebaliknya, ia lebih memercayai bisikan Putri Hurem dan Ayas Pasha, yang di luar sepengahuan Raja Sulaiman  telah berkomplot untuk melenyapkan Ibrahim Pasha.

Kemuliaan Raja Suleimen menjadi terbukti rendah ketika dia justru mengizinkan Putri Hurem menggelar pesta pada saat adknya, Putri Khadijah sedang berduka atas meninggalnya Ibrahim Pasha.

Meninggalnya Ibrahim Pasha adalah awal keruntuhan Kekaisaran Ottoman. Sebab. dalam perang-perang selanjutnya, tidak ada lagi panglima perang sehebat Ibrahim. Yang ada adalah petinggi kerajaan yang bermental lemah, yang disusupkan Putri Hurem untuk menjadi orang kepercayaan Raja Sulaiman.

Pada episode-episode selanjutnya, yang terjadi adalah perebutan pengaruh, saling menjilat di depan Raja Sulaiman. Perebutan pengaruh itu disertai dengan upaya untuk saling membunuh. Sementara itu, Raja Sulaiman tetapkan akan terus bertekuk lutut di hadapan Putri Hurem.

Ini memang film yang digarap dengan kaca mata “Barat”. Hampir semua elemen film digarap sangat sempurna. Namun, dalam kacamata Timur dan terutama Islam, film ini tetap memiliki cacat. Bahkan, menurut para petinggi Turki (negara bekas Ottoman), film ini sama sekali tidak menggambarkan karakter Raja Suleiman yang sesungguhnya.

Rama Pandu

Loading...