Beranda Ruwa Jurai Metro Abdul Hakim Resmi Mundur Sebagai Anggota Dewan dan Fokus Pencalonan Walikota Metro

Abdul Hakim Resmi Mundur Sebagai Anggota Dewan dan Fokus Pencalonan Walikota Metro

196
BERBAGI
Abdul Hakim , calon walikota Metro 

METRO , Teraslampung.com– Calon  Walikota Metro Abdul Hakim bakal makin fokus dengan pencalonannya. Ini setelah dirinya resmi tak lagi menjabat anggota DPR RI. Hal itu menyusul terbitnya surat keputusan (SK) pergantian antarwaktu (PAW) yang diteken oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dengan terbitnya SK tersebut, pasangan calon Abdul Hakim-Muchlido sudah tidak lagi memiliki sangkutan untuk maju dalam pilkada. ’’Saya baru mendapatkan berita dari Kesekjenan DPR RI bahwa surat PAW saya dari presiden sudah turun. Tinggal menunggu anggota pengganti dilantik,” ujar Abdul Hakim.

Dia menjelaskan, dengan terbitnya SK PAW tersebut, terhitung mulai hari ini (1/10), dirinya sudah tidak lagi mengemban tugas dan kewajiban sebagai Anggota DPR RI. “Saya tidak lagi sebagai Anggota DPR RI, hanya sebagai warga negara Indonesia yang sekarang sedang ingin mencoba menjadi calon wali kota Metro ke depan,” terangnya.

Menurut politisi PKS ini, pihaknya akan segera menyerahkan SK PAW tersebut kepada KPU Kota Metro sebagai salah satu syarat pencalonan. “Secepatnya kita serahkan. Tidak akan kita tunda-tunda, karena SK PAW ini adalah syarat untuk ditetapkan sebagai calon, kita taat peraturan,” tegasnya.
Terpisah, Komisioner KPU Pokja Pencalonan Nova Hadiyanto menerangkan, pihaknya telah menerima surat pernyataan pengunduran diri dari beberapa calon wali kota dan wakil wali kota. “Surat pernyataan sudah kami terima, tapi untuk SK-nya belum. Informasi yang kita dapat dari Kepala BKD Metro, SK pak Okta Novandra Jaya sudah keluar, pak Taufik juga sudah keluar. Punya Pak Sudarsono sudah diproses di Gubernur,” paparnya.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi, untuk calon wali kota Metro Pairin, proses pengunduran diri telah masuk ke Kementrian Dalam Negeri. Sedangkan untuk calon wakil wali kota Metro Djohan, saat ini tengah mengurus proses pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia mengingatkan, walaupun batas waktu penyerahan SK pengunduran masih cukup lama, ia berharap paslon bisa berhati-hati terkait penyerahan SK pengunduran diri sebagai ASN, Anggota DPR RI dan DPRD ini. Pasalnya, lanjut dia, jika setelah 60 hari SK tidak diterima KPU, otomatis status calon akan dibatalkan.

“SK pemberhentian tersebut kan salah satu persyaratan pencalonan, jika sampai batas waktu belum kami terima, bisa membatalkan calon. SK pengunduran diri ini harus diserahkan sebelum 23 Oktober mendatang. Karena sesuai peraturan KPU No. 12 Tahun 2015 tentang pencalonan, SK pemberhentian maupun pensiun maksimal diserahkan 60 hari setelah penetapan,” tandasnya.
 (Lina)

Loading...