Beranda Views Kopi Pagi Abisin Aja THR Kamu, Gak Usah Pikirin Pensiun

Abisin Aja THR Kamu, Gak Usah Pikirin Pensiun

191
BERBAGI

Syarifuddin Yunus*

Kenapa sih kita dapat THR? Ya, kan mau lebaran. Biasanya, tiap kali lebaran, semua orang punya kebutuhan dan pengeluaran yang banyak. Maklum kan setahun sekali. Perlu buat belanja anak-anak dan keluarga. Ada juga buat beli perabot atau ngecat rumah. Bayar asisten rumah tangga. Mudik. Sedekah. Bagi-bagi angpao ke saudara. Bahkan kalo masih ada sisa THR, bisa juga dipakai untuk bersenang-senang, rekreasi sambil nikmatin kuliner. Ya maklum, ritual dan acara rutin setahun sekali.

Kalo begitu, emang keperluan lebaran banyak banget ya? Pantes ada THR, karena pengeluarannya juga banyak. Pengen ini, pengen itu, pengen ke sana, pengen ke sini. Dan sumbernya, cuma dari THR.

Terus gimana cara kita mengatur pengeluaran THR?
Ada banyak cara sih. Kalo kata financial planner atau perencana keuangan, tips mengatur THR bisa dimulai dari:

1. THR dipakai untuk pembayaran yang bersifat wajib, mulai dari bayar gaji asisten rumah tangga, bayar cicilan, bayar zakat, dsb.
2. THR juga dipakai untuk keperluan yang sudah dianggarkan selama lebaran, mulai dari belanja pakaian lebaran anak-anak, mudik, bagi-bagi angpao saudara, dsb.
3. THR diupayakan cukup, jangan sampai hutang. Bikin skala prioritas, gak usah pakai kartu kredit, dan gak usah ngikutin gaya hidup yang berlebihan.
4. Bahkan kalo ada sisa THR, ada bagusnya dipakai untuk investasi atau menambah tabungan.

Begitulah kira-kira nasehat bijak untuk mengelola uang THR jelang lebaran.

Pertanyaannya sekarang? Emang uang THR-nya cukup apa enggak untuk semua keperluan? Nah, itulah masalahnya. Lebaran kan cuma setahun sekali, THR juga setahun sekali, sedangkan pengeluaran makin banyak. Kayaknya, sudah pasti THR habis terpakai. Boro-boro buat nambah tabungan atau investasi. Semua keperluan lebaran aja belum tentu bisa di-cover dari uang THR. Betul juga ya? Ya udah kalo begitu, abisin aja semua THR kita, gak usah pikir buat tabungan, investasi apalagi masa pensiun. Sekali-kali gak usah ikutin nasehat perencana keuangan juga gak apa-apa kok.

THR di-abisin semua. Itu kenyataan banyak orang. Lebaran, memang sering bikin banyak orang kalap. Jangankan THR, jika perlu tabungan yang ada juga dikuras abis buat lebaran. Bahkan, gak sedikti dari kita yang berhutang hanya untuk keperluan lebaran. Sangat lazim dan sudah menjadi tradisi tahunan. Tiap kali lebaran, uang THR abis buat segala macam. Tiap abis lebaran, kantong cekak, tabungan ludes. Wajar.

Serba instan. Itulah cara kita mengelola keuangan. Hari ini dapat, besok dihabiskan. Hari ini lebaran, besok uang THR langsung habis. Mumpung setahun sekali. Sehabis lebaran, bukan nanti gimana? Malah, gimana nanti aja …

Terus gimana masa pensiun kita nanti? Ahh, PENSIUN masih lama, gak usah dipikirin dari sekarang. Nanti aja kalo udah dekat waktunya, kalo udah mau pensiun. Begitulah cara berpikir kita tentang pensiun. Masa PENSIUN, mau sejahtera atau gak sejahtera gak usah dipedulikan. Waktnya masih lama ini …. Betul juga ya.

THR ama Pensiun, memang tidak terlalu berhubungan. Tapi cara kita mengelola uang THR bisa jadi “cermin’ cara kita mempersiapkan masa pensiun. Banyak orang lebih senang mikirin masa sekarang dari pada masa nanti. Lebih senang berfoya-foya di masa kerja walau susah di masa pensiun, di hari tua.

Abisin aja uang THR, gak usah mikirin PENSIUN.

Betul, pengalaman adalah guru yang terbaik. Seandainya kita sadar, masa kerja itu terbatas. Masa kerja itu ujungnya masa pensiun. Seharusnya kita, siapapun, harus mulai memikirkan masa pensiun, saat dimana kita sudah tidak bekerja lagi. Fisik sudah tua, tenaga sudah tidak kuat.

Terus, dari mana kita punya kecukupan dana di masa pensiun? Tentu, kita harus mulai memikirkannya.

Belajar dari kenyataan di atas, belajar dari pensiunan yang ada sekarang. Miris hati kita, jika ada tetangga kita, saudara kita yang justru hidupnya “susah” di masa pensiun. Waktu kerja jaya, saat bekerja semua cukup. Tapi setelah pensiun, merana. Masa pensiunya tidak sejahtera.
Sekali lagi, THR memang tidak terlalu berhubungan dengan PENSIUN.

Tapi momentum Lebaran dan THR sangat pas untuk dijadikan “renungan” tentang bagaimana kita mempersiapkan masa pensiun. Inilah momentum kita untuk memeriksa kembali tujuan-tujuan keuangan kita, untuk masa kini atau untuk masa depan. Untuk saat ini atau untuk saat nanti. Untuk saat bekerja atau untuk masa pensiun ?

Terima kasih untuk pemberi kerja/perusahaan yang sudah memberikan THR. Tapi kita akan sangat berterima kasih apabila pemberi kerja/perusahaan menyiapkan program pensiun.
Terima kasih untuk pekerja/karyawan yang sudah mengelola uang THR sampai habis. Tapi kita akan sangat berterima kasih apabila pekerja/karyawan mulai menabung untuk masa pensiun dari sekarang.

Uang THR, baru saja diterima dan sudah habis terpakai.
Uang PENSIUN, masih lama dan belum ada sama sekali.

Maka, sangat bijak bila kita mengenali kebutuhan kita di masa pensiun nanti. Sangat bijak jikka kita mulai menyiapkan cara untuk memenuhi kebutuhan di saat pensiun nanti. Dan yang paling penting, setelah ini, ACTION untuk punya program pensiun. Selamat lebaran, selamat menghabiskan uang THR. Selamat memikirkan masa pensiun. A LEADER for Employee Benefits.

*Alumni IKIP Jakarta, bekerja di Manulife. Tulisan ini juga dimuat di kompasiana.com

Loading...