Beranda Seni Tradisi Acara “Nyubuk Bakal Majew” HUT Lampura Pecahkan Rekor Dunia

Acara “Nyubuk Bakal Majew” HUT Lampura Pecahkan Rekor Dunia

142
BERBAGI

‎Feaby/Teraslampung.com

‎Perwakilan MURI, Jusuf Ngadri Nurandi menyerahkan secara simbolis piagam pemecahan rekor MURI untuk kegiatan Nyubuk Bakal Majew dengan peserta terbanyak, di Jalan Alam‎syah Ratu Perwira Negara, Kotabumi

Kotabumi–Meski diwarnai hujan, kegiatan ‘ambisius’ Nyubuk Bakal Majew yang digelar Pemkab Lampung Utara (Lampura), Kamis (11/6) akhirnya berhasil memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan rekor peserta terbanyak.

‎Tradisi Nyubuk Bakal Majew ini sendiri merupakan cara yang dilakukan pihak keluarga calon pengantin pria untuk meneliti atau menilai calon istri anaknya dengan menutup seluruh mukanya kecuali mata dengan sarung. Yang dinilai adalah dari segi fisik dan perilaku sang gadis‎.

Prosesi pemecahan rekor MURI untuk kegiatan Nyubuk Bakal Majew ini hanya dilakukan dengan membariskan para peserta di depan panggung dan berlangsung singkat. Adapun peralatan yang digunakan hanya sarung biasa yang digunakan menutup seluruh wajah kecuali mata peserta.

“Peserta kegiatan Nyubuk Bakal Majew ini merupakan yang terbanyak dan termasuk rekor dunia. Kita akan catatkan ke dalam rekor MURI,” kata perwakilan MURI, Jusuf Ngadri Nurandi, di hadapan Bupati dan jajarannya serta para peserta, di eks kompleks makam pahlawan Kotabumi, di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kamis (11/6).

Bahkan menurut Jusuf, ‎masuknya kegiatan Nyubuk Bakal Majew ke dalam rekor dunia tersebut dikarenakan kegiatan ini merupakan kegiatan dan kegiatan Nyubuk Bakal Majew ini baru pertama kali dilakukan di propinsi Lampung. “Nyubuk Bakal Majew ini adalah ‎Rekor dunia dan baru dilakukan di Lampung Utara,” paparnya.

Sementara Bupati Agung Ilmu Mangkunegara mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang telah memecahkan rekor MURI tersebut. Karena selain dapat memecahkan rekor MURI, kegiatan ini juga dapat melestarikan kebudayaan serta memperkenalkan kebudayaan Lampung bagi generasi muda.

 “Mudah – mudahan, akan ada lagi rekor lainnya yang dapat diciptakan di Kabupaten Ragam Tunas Lampung ini,” harapnya.‎

Loading...