Beranda Teras Berita Acha, Peserta Titisan Seni Sang Ayah

Acha, Peserta Titisan Seni Sang Ayah

250
BERBAGI
Acha beraksi di atas panggung. (Foto: Tim 24)
Hari ke-4 Smanda Olympic (SO) se-Sumbagsel 2014
dihelat di lantai III Mal Kartini dengan perlombaan band. Masing-masing
peserta telah menyiapkan aksinya di panggung. Perlombaan band yang diikuti 17
peserta berasal dari SMP dan SMA. Jumlah ini turun dibanding tahun lalu
sebanyak 25 peserta.  
Lagu-lagu yang dihadirkan cukup beragam. Mulai dari
dalam dan luar negeri hingga lagu daerah. Seperti Bad Country
dipopulerkan Avenged Sevenfold, Bersamamu yang dipopulerkan Vierra, Manuk
Dadali
, Sai Bumi Ruwa Jurai dan lainnya. Dari sekian peserta band
yang tampil, ada satu band yang cukup menyedot perhatian. Pasalnya, drummer
dari Band Overload masih berusia 10 tahun. Namun, ia amat apik dalam menabuh
drum.
Tabuhan demi tabuhan stik drum yang dimainkan
mengiringi lagu Bad Country yang dibawakan Teguh, sang vokalis. Band
yang terbentuk pada November 2013 ini, beranggotakan enam personil. Mereka
adalah Teguh (vokalis), Putra (keyboardis), Axel (gitaris 1), Yusuf (gitaris
2), Niko (bassis), dan Radja (drummer).
Acha panggilan akrab dari Radja Satya Wicaksana
(drummer) memiliki talenta luar biasa dalam menabuh drum. Ia mengenal drum
sejak usia 5 tahun. Bocah kecil yang kini duduk di bangku kelas IV SD Tanjung
Aman, Kotabumi, ternyata mewarisi darah seni dari sang ayah, Biantory Bintang
yang merupakan gitaris dari Band Reggae. Sejak kecil, Acha sudah diperkenalkan
cara bermain drum oleh ayahnya.
Saat diwawancarai, bocah yang berkaos hitam sambil
memegang stik drum ditangannya mengaku bahwa dirinya amat nge-fans
dengan sang drummer dunia, Mike Portnoy. Acha yang memiliki hobi futsal, kini
giat berlatih dengan kerabat ayahnya yang juga seorang drummer. Dalam kompetisi
ini ia amat senang bisa tampil maksimal. Ia pun berharap memiliki jam terbang
di kompetisi serupa.
Band yang diwarnai Acha ini beraliran Heavy Metal.
Tak hanya itu, band yang belum genap setahun ini, meraih juara II dalam Festival
Musik Pelajar serta The Best Favourite Band 
di ajang Festival Musik Pelopor Keselamatan.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Hatarto Lojaya
pemilik Mal Kartini. Pria kelahiran Palembang, 25 Agustus tersebut, menuturkan
acara kompetisi band yang diadakan Smanda, sangat bagus. Sebab dapat
menumbuhkan jiwa kreatif bagi peserta. Ia pun berharap para peserta dapat profesional,
tidak sekadar mampu bermain musik saja.
Sekitar pukul 15.00 WIB peserta terakhir usai
menyanyikan Sai Bumi Ruwa Jurai maka berakhirlah kompetisi band. Para
juri berunding untuk menentukan para finalis yang akan tampil pada Sabtu, 6
September 2014 di Mal Kartini. Kurang lebih lima belas menit kemudian, para
dewan juri terdiri atas Sutarko, Didit dan Lexie, menyampaikan enam finalis
yang berhasil lulus ke babak selanjutnya. Saat diumumkan, ternyata Band
Overload lulus menjadi salah satu finalis selain Radikal, The Wild Horse,
Superboy, Perboden, dan Sharp Project. Dari enam finalis yang lulus akan
ditentukan tiga pemenang juara I, II, dan III. Hadiah yang disuguhkan berupa
uang tunai, trofi, dan piagam.[]
Tim 24 Lomba Jurnalistik Smanda Olympic 2014
  
Loading...