Beranda Kolom Kopi Pagi Adakah Calon Gubernur dan Calon Bupati yang Mau Telanjang?

Adakah Calon Gubernur dan Calon Bupati yang Mau Telanjang?

4628
BERBAGI

Oyos Saroso H.N.

JIKA ada seorang calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Lampung yang berani telanjang dan saya terpukau oleh “kemolekannya”, pasti akan saya pilih. Saya juga akan diam-diam dengan gerakan seperti bersijingkat agar tidak diketahui orang lain, akan mengajak saudara-saudara saya, kerabat jauh. kawan dekat dan kawan jauh di Lampung yang punya hak pilih untuk memilih pasangan calon kepala daerah yang mau telanjang.

Sayang sekali, hingga memasuki bulan Mei tidak ada satu pun pasangan cagub-cawagub yang mau telanjang.

Semaunya rapi, suka tersenyum manis, (sepertinya) ramah, (seperti) tidak galak, (seperti) alim, rajin ke masjid, cerdas, pandai menghargai orang lain, progresif, banyak ide  memajukan daerah, (seperti orang) dermawan, (seperti) baik hati, (seperti) tidak sombong), (seperti) sangat peduli sama oragng kecil, (seperti) jujur, (seperti) tidak doyan uang haram, (seperti) tidak mau terima setoran,  (sepertinya) mau memerdekakan rakyat dari kemiskinan, (seperti) Aladin yang punya lampu wasiat…

Jauh sebelum pasangan calon gubernur-wakil gubernur ditetapkan KPU sebagai peserta pilgub, sudah ada kandidat yang rajin menebar senyum dan hadiah. Ia menutup rapat-rapat dirinya dengan hiasan dunia: rambut disisir rapi, berpeci, dan menyungging senyum sambil ber-dada kepada warga yang menyemut di lapangan. Sifat aslinya ditutupi rapat.Bahkan, kekayaannya yang membuatnya ia tampil prima sebagai kandidat superkaya pun ia rahasiakan.

Ia ingin tampil seperti Aladin dari negeri seberang, yang dengan lampu wasiatnya bisa membuatnya terpenuhi segala keinginannya.

Calon lain juga begitu: tak mau membuka sedikit saja rahasia “terseksi” dirinya.  Misalnya,pernah marah-marah sama anak buahnya sampai anak buahnya terkencing-kencing di celana. Atau memaki pelayan karena sebagai orang penting tidak dilayani layaknya seorang raja.

Semua pasangan kepala daerah di Lampung terbungkus rapi. Tidak ada yang terbuka sedikit saja, apalagi “telanjang bulat”. Karena terlalu terbungkus rapi,maka rakyat calon pemilih sebenarnya tidak bisa membaca apa pun tentang calon pemimpin mereka. Belang biasanya akan ketahuan jika di antara mereka tiba-tiba berseragam oranye karena ditangkap KPK.

Mumpung masa kampanye masih sebulan lebih, hayo, adalah calon kepala daerah di Lampung yang mau telanjang?

Kalau tidak mau telanjang ya menyingkap sedikit saja deh: dari mana sumber dana kampanye anda? Bagaimana cara anda mendapatkan uang untuk maju sebagai kepala daerah?