Beranda News Kabar Desa ADD di Desa Gunung Sadar Dipriotaskan untuk Bangun Lapen dan TPT

ADD di Desa Gunung Sadar Dipriotaskan untuk Bangun Lapen dan TPT

199
BERBAGI
Kepala Desa Gunung Sadar, Abung Tengah, Warta usai memeriksa pengerjaan pembangunan jalan Lapen di desanya.

Feaby|Teraslampung.com

Abung Tengah–Alokasi Dana Desa (ADD) Gunung Sadar, Abung Tengah, Lampung Utara tahun ini diprioritaskan untuk membangun jalan lapisan penetrasi (Lapen) dan Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Sesuai keinginan warga yang dibahas dan ditentukan sebagai prioritas utama dalam musyawarah perencanaan pembangunan Desa (Musrenbangdes), maka dana Desa kali ini diperuntukkan untuk membangun jalan Lapen dan TPT di sini,” terang Kepala Desa Gunung Sadar, Warta, Minggu (31/7/2016).

Adapun total panjang jalan Lapen yang dibangun tahun‎ ini mencapai sekitar 1.844 meter. Jalan ini merupakan jalan penghubung antara Dusun 1 dan Dusun 3. Sedangkan TPT yang dibangun mencapai panjang sekitar 120 meter. TPT ini berlokasi di Dusun 1 dan pekerjaan kini telah selesai dikerjakan.

“Kalau pembangunan jalan Lapen, tahapannya baru ‎mencapai sekitar 40 persen,” kata dia.

Menurut Warta, keinginan warga yang menginginkan adanya jalan Lapen di wilayah mereka dikarenakan jalan mereka yang telah rusak belum sempat diperbaiki oleh pihak terkait. Padahal, warga telah sering kali mengajukan permohonan untuk perbaikan jalan di lingkungan mereka.

Warga sempat sumringah saat petu‎gas dari Dinas Pekerjaan Umum terlihat mengukur – ukur jalan mereka beberapa tahun lalu. Sayangnya, meski telah diukur – ukur, perbaikan jalan masih belum jua terealisasi sehingga warga meminta diperbaiki menggunakan ADD tahun ini.

Kepala Desa Gunung Sadar, Abung Tengah, Warta menunjukan TPT yang baru selesa dibangun dengan ADD 2016.
Kepala Desa Gunung Sadar, Abung Tengah, Warta menunjukan TPT yang baru selesa dibangun dengan ADD 2016,

“Sudah sering diukur, tapi perbaikan belum juga diperbaiki makanya warga meminta ADD digunakan untuk memperbaiki jalan ini,” urai Warta.

Sementara mengenai alasan pembangunan TPT di Dusun I, menurut Pria paro baya ini, dikarenakan tepian jalan di Dusun tersebut semakin terkikis tiap harinya. Akibatnya, lebar jalan kian menyempit sehingga kerap terjadi kecelakaan di sekitar jalan tersebut.

“Pengikisan jalan menjadi alasan utama warga dalam pembangunan TPT ini. Mobil saja sering terbalik saat melintas di jalan itu‎,” terangnya.

Dengan perekonomian warga yang kebanyakan mengandalkan sektor perkebunan‎ dan pertanian, Warta berharap, pembangunan jalan dan TPT ini mampu membuat warganya lebih bergairah dalam mencari nafkah. Dengan demikian, taraf hidup yang layak dapat segera tercapai meski secara perlahan – lahan.

“90 persen warga di sini, hidupnya dari sektor perkebunan seperti kebun kopi. Semoga dengan perbaikan jalan ini, perekonomian warga dapat semakin meningkat,” harap dia.