Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Ade Utami Ibnu: Kesalehan Sosial Cerminan Kesalehan Pribadi

Ade Utami Ibnu: Kesalehan Sosial Cerminan Kesalehan Pribadi

250
BERBAGI
Ade Utami Ibnu (kiri), Udo Z.Karzi (tengah), dan Hardi Hamzah (kanan) pada acara bedah buku
Ade Utami Ibnu (kiri), Udo Z.Karzi (tengah), dan Hardi Hamzah (kanan) pada acara bedah buku "Rasionalitas Manusia" karya Hardi Hamzah, Rabu, 16 Januari 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Fraksi PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menegaskan Islam sesungguhnya memiliki nilai yang mendasar tidak hanya kesalehan pribadi namun kesalehan sosial. Bahkan salah satu hadits Nabi yang terkenal disampaikan saat hijrah dari Makkah ke Madinah dan saat itu Nabi sudah sampai Madinah.

“Sabdu Rasulullah SAW sangat jelas,’Hai manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat’,” ungkap Ade Utami Ibnu, mengutip Sabda Nabi Muhammad SAW, pada acara bedah buku Rasionalitas Manusia  karya Hardi Hamzah di Aurabookcoffee, Bandarlampung, Selasa (15/1).

Menurut Ade, melalui inspirasi dari Hadits Nabi tersebut, empat aksi implementasi itulah yang sesungguhnya harus dilakukan oleh para pemimpin, politisi atau masyarakat secara umum.

Pertama, mengucapkan salam, artinya selain ketika bertemu saling berucap salam namun lebih luas adalah agar sesama umat manusia saling menciptakan kedamaian. “Di jalan, di media sosial, dimanapun harus menciptakan kedamaian. Islam itu mengajarkan demikian, jika tidak demikian maka cara ber-Islamnya keliru,” kata Caleg PKS DPRD Lampung, Dapil Kota Bandar Lampung.

Kedua adalah memberi makan. Menurut Ade, memberi makan, tidak sekedar menyuapi, namun bagaimana menyiapkan fasilitas “pancing” agar mampu berdikari secara ekonomi, kemudian bisa makan atas keringat sendiri.

Ketiga, menyambungkan silaturahim. Ketua PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) Lampung ini mengungkapkan bahwa pertemuan-pertemuan seperti yang dilakukan malam hari ini, diskusi-diskusi, forum obrolan membuka jalan saling interaksi, terjadinya kesepemahaman dan kohesi sosial.

Ke-empat, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur mengandung makna tentang hubungan privat antara hamba dengan Tuhannya.

“Semakin baik hubungan hamba dengan Tuhannya, maka menjadi keniscayaan jika dia baik pula interaksi sosialnya. Sehingga kesalehan pribadi berdampak kepada kesalehan sosial. Dan itulah Islam,” ungkap Penggagas Mobil Baca Ade ini.

Menurutnya, aksi implementasi inilah menjadi jawaban-jawaban dari kegelisahan jiwa Hardi Hamzah yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul Rasionalitas Manusia yang dibedah pada Selasa (15/1) malam.

“Tentu saja, kegelisahan Bang Hardi Hamzah merupakan hal yang wajar. Meski demikian, Insya Allah kami di PKS memastikan semua kegelisahan tersebut di jawab di buku Platform PKS yang kami bawa ini yang isinya menjadi referensi kami bergerak di berbagai sektor kehidupan termasuk kita sampaikan di diskusi malam ini,” ujar Sekretaris DPW PKS Lampung.

Hadir dalam bedah buku tersebut selain Ade Utami Ibnu sebagai narasumber adalah seorang budayawan, yang juga jurnalis senior, Udo Karzi dan Hardi Hamzah sang penulis.

Loading...