Beranda Hukum Adik Bupati Pesawaran Resmi Mendekam di Lapas Rajabasa

Adik Bupati Pesawaran Resmi Mendekam di Lapas Rajabasa

1247
BERBAGI
Doddy Anugerah Putra saat menjalani persidangan di PN Tanjungkarang, beberapa waktu lalu. (Foto: dok lampost.co)
Doddy Anugerah Putra saat menjalani persidangan di PN Tanjungkarang, beberapa waktu lalu. (Foto: dok lampost.co)

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Doddy Anugrah Putra, adik kandung Bupati Pesawaran Aris Sandi Darna Putra yang kini berstatus terpidana kasus korupsi pengadaan kendaraan dinas (randis) Kabupaten Pesawaran senilai Rp1,15 miliar, dijebloskan ke tahanan Lapas Rajabasa, Kamis (15/10) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kuasa Hukum Doddy, Yulia saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan terkait dengan dieksekusinya kliennya Doddy Anugerah Putra.

“Benar, tadi pagi, Kamis (15/10) klien kami sudah di tahanan Lapas Rajabasa,”kata dia.

Yulia mengutarakan, ditahannya kliennya tersebut ke Lapas Rajabasa bukan karena dijemput oleh jaksa, melainkan langsung datang ke Lapas Rajabasa. (Baca: Salinan Kasasi MA Keluar, Adik Bupati Pesawaran akan Segera Jalani Hukuman Penjara).

“Jadi dia (Doddy) bukan dijemput jaksanya. Tapi kami yang datang sendiri ke Lapas. Memang sebelumnya, pihak kejaksaan menyampaikan pemberitahuan kepada kami melalui lisan bukan surat tertulis,”ujarnya.

Ketika ditanya apakah selanjutnya pihaknya akan menempuh upaya hukum lain, Yulia menuturkan, bahwa ia belum bisa memastikan mengenai upaya hukum dengan peninjauan kembali (PK).

“Soal PK itu, nanti akan kami bahas. Ada kemungkinan kami akan PK,”terangnya.

Kasipenkum Kejati Lampung, Yadi Rahmat mengatakan, bahwa eksekusi Doddy telah dilakukan oleh pihak Kejari Kalianda. Sementara mengenai terpidana Richard, Yadi mengutarakan, perkaranya masih dalam proses karena masih ada beberapa tahapan lagi.

“Mereka (Kejari Kalianda) sudah mengeksekusi Doddy. Untuk terpidana Richard, ada tahapan lagi yang dalam masih proses “ungkapnya.

Sementara Kalapas Rajabasa, Kunto Petrus mengatakan, terpidana Doddy sudah diterimanya saat ini masih dalam Mapenaling (perkenalan dalam lapas). Namun ia tidak bisa menyebutkan, di kamar blok apa terpidana Doddy.

“Yang jelas kami sudah terima dia (Doddy), sekarang masih dalam tahap perkenalan di dalam Lapas,”katanya.

Di sisi lain, pengamat hukum Unila, Yusdianto mengaku sangat mengapresiasi atas tindakan cepat  kejaksaan dengan dieksekusinya terpidana Doddy mengenau dugaan korupsi kendaraan dinas (Randis) Kabupaten Peswaran.

“Saya apresiasi dengan gerak cepat kejaksaan dalam mengeksekusi Doddy,”ujarnya.

Tetapi, kata dia, gerak cepat ini semestinya harus dilakukan kepada para terpidana-terpidana lainnya. Tidak hanya kepada terpidana Doddy saja, karena masih ada terpidana lain yang lebih besar lagi dugaan korupsi seperti Satono dan Alay.

“Jadi tindakan cepat dan tegas, Jangan hanya sama Doddy saja. Kan masih ada beberapa terpidana lain yang belum dieksekusi, seperti Sutono dan Alay dua buronan yang sampai saat ini belum ada
kejelasannya,”ungkapnya.

Loading...