Beranda Iklan Advetorial Agrowisata Melon Unila, Destinasi Wisata Baru di Tengah Kampus

Agrowisata Melon Unila, Destinasi Wisata Baru di Tengah Kampus

376
BERBAGI

BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) sejak dulu terkenal dengan sebutan Kampus Hijau. Sejak Rabu, 2 September 2020, predikat itu mungkin layak ditambah dengan “kampus wisata” atau “Kampus Hijau Plus”. Hal itu setelah Unila kini memiliki kebun wisata atau agrowisata atau wisata agro yang baru saja diresmikan Rektor Unila Prof. Dr Karomani.

Agrowisata Melon Unila berdiri diatas lahan seluas 6.000 meter, terletak di pinggir jalan masuk kampus Unila. Pemandangan ini tentu menarik, karena agrowisata berada di dalam kampus.

Selain itu, pengunjung juga bisa merasakan sensasi memetik buah melon dan merasakan sensasi manisnya buah melon dari berbagai varietas dengan cukup membayar tiket masuk yang relatif terjangkau.

Saat meresmikan agrowisata melon, Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, mengatakan agrowisata tersebut  juga sebagai bentuk dukungan Unila di bidang pertanian dan keberpihakan kepada kaum petani yang hingga kini masih termarjinalkan.

“Ketika (petani) sudah bisa menanam, tapi mereka hancur saat pemasaran. Petani kecil betul-betul menderita karena tidak ada yang mengadvokasi dan membantu pemasaran. Kita berharap dengan ini petani di desa dilibatkan. Semoga ini bisa menjadi inspirasi kita semua, dan para mahasiswa setelah lulus,” jelasnya.

 

“Ketahanan pangan adalah tujuan Kita. Kita bisa panen melon 25 ton tidak sampai 3 bulan. Unila harus hadir di tengah komunitas petani. Kita harus mengapresiasi kreativitas dan hasil kerja nyata yang betul betul bermanfaat,” kata Karomani.

Menurut Karomani, kegiatan panen perdana ini adalah bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi Unila khususnya penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kebun agrowisata melon bisa terwujud berkat kerjasama Badan Pengelola Usaha Unila (BPU) dan kelompok tani Barokah Kresna dengan menanam berbagai jenis varietas melon seperti melon golden, melon honey dan melon rock yang ditanam di lahan kurang produktif seluas kurang lebih satu hektare.

Pengunjung Perdana Ramai

Peresmian dan panen raya agrowisata melon Unila tersebut mendapatkan sambutan yang baik bukan hanya dari internal kampus Unila, tetapi juga masyarakat umum. Hal itu terbukti dari banyaknya pengunjung umum yang ikut menyaksikan peresmian agrowisata dan panen perdana melon tersebut.

Kaswati, warga Telukbetung Utara, misalnya. Ia sengaja datang ke kebun Unila bersama anaknya. Dia mengaku mendapatkan informasi tentang agrowisata melon ini dari media sosial.

Dia mengaku sangat senang dengan hadirnya agrowisata melon Unila.

“Biaya masuk cukup terjangkau hanya Rp10 ribu per orang. Anak-anak senang banget saya bawa main ke sini. Tadi sudah foto-foto. Nanti mau beli melonnya, tetapi nunggu rombongan dulu biar ramai,” ujarnya.

Gelombang pengunjung terus berdatangan. Tidak hanya keluarga, tapi juga muda-mudi yang terlihat asyik selfie di spot tanaman labu kabocha dan butternut.

Agrowisata di Unila ini juga memberi aktivitas baru bagi mahasiswa yang terlibat sebagai pemandu wisata.

Angelia Fitri, mahasiswa Fakuktas Pertanian Unila, mengaku senang dengan adanya agrowisata ini.

“Sebulan ke depan, kami akan aktif terus di agrowisata ini, ” ujarnya.

Kebun agro wisata ini mulai dibuka untuk umum terhitung tanggal 2 September 2020 sampai dengan masa panen selesai.Pengunjung dapat menikmati keindahan kebun melon sambil berselfie ria.***

ADVETORIAL

Loading...