Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Agung Masih Tertutup Soal Wakil Bupati Lampung Utara

Agung Masih Tertutup Soal Wakil Bupati Lampung Utara

116
BERBAGI
‎Bupati Agung Ilmu Mangkunegara

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI– Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara masih belum mau terbuka seputar jati diri calon Wakil Bupati Lampung Utara yang bakal mendampingi dirinya selama empat tahun ke depan.  Agung hanya mengisyaratkan bahwa sosok calon pengganti Wakil Bupati terpilih almarhum Paryadi berasal dari Lampura. Tak hanya itu, proses penentuan calon Wakil Bupati pun telah melalui berbagai pertimbangan matang dengan memperhatikan berbagai aspek yang ada.

“Yang pasti orang Lampura. Memang dalam menentukan nama penuh dengan pertimbangan. Mudah-mudahan itu yang terbaik buat Lampura,” kata pria kelahiran 32 tahun silam ini, Senin (12/1).

Secara tersirat, suami Endah Kartika Prajawati ini mengatakan bahwa satu nama yang nantinya bakal menjadi Wabup itu telah diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh Bupati melalui Gubernur. (Baca:  Pentolan Parpol Pengusung Agung Kecewa terkait Usulan Nama Wabup Pengganti Paryadi).

Agung tidak mau berkomentar jauh mengenai kapan tepatnya waktu pelantikan Wabup tersebut. Sebab, cepat atau lambatnya prosesi pelantikan Wabup bukan wewenang dirinya.

“Untuk prosesnya, kita lihat saja dalam aturannya berapa lama. Sekali lagi saya katakan, mudah-mudahan akan segera dilantik. Akan segera dilantik ini, mungkin sudah dikirim (nama Wabup,red) dan mungkin juga belum, silahkan saja jabarkan,” tutur dia dengan senyum khasnya.

Sebelumnya, sejak dua pekan terakhir, nama Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Sri Widodo kian santer terdengar bakal mengisi kursi yang telah lama tak bertuan tersebut.

Menurut sumber Teraslampung.com yang keberatan jati dirinya disebutkan mengatakan kemungkinan besar Bupati Agung bakal menjatuhkan pilihannya kepada Kepala Dinas Kesehatan sebagai pendampingnya. (Baca:  Parpol Pendukung Bupati Lampung Utara Belum Tahu Calon Pengganti Wabup Paryadi).

“Kemungkinan besar pak Kepala Dinas Kesehatan Sri Widodo yang bakal mengisi posisi Wabup dalam waktu dekat,” katanya.

Namun, dirinya mengaku tak mengetahui pasti alasan dan pertimbangan Bupati Agung memilih yang bersangkutan untuk mendampinginya dalam menjalankan roda pemerintahan. “Kalau soal alasan mengapa nama Sri Widodo yang dipilih, saya juga enggak tahu. Yang tahu hanya pak Bupati,” imbuh dia.

Di lain sisi, Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Sri Widodo ketika dikonfirmasi ihwal munculnya nama dirinya sebagai calon kuat Wabup tak menampik maupun membenarkan isu tersebut. “Saya belum bisa komentar banyak. Yang penting buat saya ada;ah kerja dan kerja,” kata dia.

Kendati demikian, ia menyatakan siap mengabdikan ilmu dan pengetahuannya kepada Kabupaten Lampura, tanah kelahirannya apa pun jenis pekerjaan yang diamanatkan kepadanya. “Saya dilahirkan di Kotabumi (Lampura), saya akan mengabdi apa pun jenis pekerjaannya itu,” tuturnya di akhir wawancara. (Baca:  Gubernur Lantik Bupati Lampung Utara tanpa Dihadiri Wakil Bupati).

Diketahui, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 102 Tahun 2014 yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 1 Desember 2014 lalu, tentang Tata Cara Pengusulan dan Pengangkatan Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota, bahwa disebutkan untuk Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota, bisa berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau non PNS, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk calon Wakil Bupati/calon Wakil Walikota yang berasal dari PNS, setidaknya memiliki  golongan kepangkatan paling rendah IV/b dan pernah menduduki jabatan Eselon II B (Baca: Sebentar Lagi, Lampung Utara Bakal Kembali Miliki Wakil Bupati).

Mengenai tata cara pengusulan, menurut PP ini, calon wakil Bupati dan calon Wakil Walikota diusulkan oleh Bupati dan Walikota kepada Mendagri melalui Gubernur paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah pelantikan Bupati/Walikota.

Setelah dilakukan verifikasi paling lama 4 (empat) hari kerja, Gubernur akan menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan Wakil Bupati/Wakil Walikota yang memenuhi persyaratan kepada Mendagri. Yang selanjutnya, Pasal 9 Ayat (1,2) menyatakan  Pengangkatan Wakil Bupati dan Wakil Walikota ditetapkan dengan Keputusan Mendagri.

Lalu, Wakil Bupati dilantik oleh Bupati dan Wakil Walikota dilantik oleh Walikota paling lama dua hari kerja setelah diterimanya Keputusan Mendagri. PP ini menegaskan, Gubernur, Bupati, dan Walikota yang pengesahan pengangkatannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang tidak memiliki Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota, mengusulkan Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah Peraturan Pemerintah ini berlaku.

Loading...