Beranda Teras Berita Aher Bantah Gunung Ciremai Dijual Rp 60 Triliun dan Dijaga Intelijen Amerika

Aher Bantah Gunung Ciremai Dijual Rp 60 Triliun dan Dijaga Intelijen Amerika

191
BERBAGI

Zaenal Mutaqin/Teraslampung.com

Gunung Ciremai (dok Flickriver)

Bandung—Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membantah kabar bahwa Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan telah dijual senilai Rp 60 triliun kepada PT Chevron. Menurut Ahmad Heryawan (Aher) kabar penjualan Gunung Ciremai hanya hoax alias bohong.

“Itu kabar bohong. Tidak boleh ada  pemanfaatan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai selain untuk sektor Kehutanan, apalagi dijual. Hal ini sesuai dengan SK Menteri Kehutanan (Menhut) Nomor 424 Tahun 2004 tentang penetapan kawasan hutan Gunung Ciremai sebagai Taman Nasional, “ kata Aher, di Bandung, Selasa (4/3).

Aher menjelaskan, SK Menteri Kehutanan bukan untuk membuka perusahaan asing masuk, tapi justru untuk melindungi kawasan Gunung Ciremai sebagai Taman Nasional.

“Yang mungkin dimanfaatkan adalah kekayaan geothermal yang ada diluar Taman Nasional. Seluruh potensi panas bumi itu memang ada diluar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.
Mengoptimalkan panas bumi akan mengurangi ketergantungan kita pada energi fosil yang tidak terbarukan dan tidak ramah lingkungan,” kata dia.

Aher mengatakan  Pemprov Jawa Bara saat ini menjadi pemasok 40 persen panas bumi nasional.  Eksistenasi panas bumi, kata Aher, menuntut kondisi hutan yang terpelihara dengan baik, karena sangat tergantung pada pasokan air.

“Panas bumi juga sama sekali tidak mengeluarkan gas beracun seperti yang diisukan. Bagi Jawa Barat, panas bumi bukan barang baru, kareana selama Jawa Barat sudah menjadi penghasil panas terbesar di Indonesia,”kata Aher.

Aher juga membantah isu bahwa kawasan Gunung Ciremai telah dijaga agen intelijen Amerika Serikat (CIA), termasuk Badan Intelijen Nasional (BIN), dan USAID, dll. “Itu juga bohong. Yang jaga polisi kehutanan dan masyarakat pecinta hutan,” tegasnya.

Menurut Aher sejauh ini belum ada penetapan pemenang tender pengelolaan panas bumi di kawasan Gunung Ciremai. Selain itu, juga tidak ada penelitian yang menyebutkan di sana ada kandungan emas atau uranium.
Aher mengungkapkan, selama dia menjabat gubernur, baru ada 3 (tiga) tender geothermal, yaitu di Tangkuban Parahu, Tampomas, dan Cisolok. “Semua pemenangnya perusahaan dalam negeri,” tegas Aher.

Gubernur Jabar itu menegaskan, untuk Ciremai siapapun pemenangnya harus bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar.

Sebelum ini Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, membantah kabar penjualan Gunung Ciremai dijual kepada Chevron seharga Rp 60 triliun.

Andi Arief menyebut kabar itu sebagai hoax semata. “Tidak ada kebijakan atau dalam rencana sekalipun untuk menjual Gunung Ciremai kepada Chevron dengan harga Rp 60 triliun,” kata Andi Arief di Jakarta, Senin (3/3) sore.

Ia menegaskan, tidak ada dan tidak benar, serta tidak masuk akal isu penjualan Gunung Ciremai itu. “Di sidang kabinet maupun statemen langsung dari Presiden, para menteri dan yang berwenang tidak ada rencana itu,” kata Andi.

Gunung Ciremai yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon, Kabupatan Kuningan, dan Kabupatan Majalengka,Jawa Barat merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat (2.900 m di atas permukaan laut/dpl). Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 meter terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 meter. Pada ketinggian sekitar 2.900 meter dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

Kini Gunung Ciremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.

Loading...