Beranda News Lampung Utara Ahli Waris Tiga Warga Kotabumi Korban Lion Air Terima Santunan

Ahli Waris Tiga Warga Kotabumi Korban Lion Air Terima Santunan

238
BERBAGI
Petugas cargo dibantu anggota TNI membawa peti jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Chandra Kirana setibanya diterminal cargo Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 3 November 2018. Chandra Kirana merupakan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610. ANTARA
Petugas cargo dibantu anggota TNI membawa peti jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Chandra Kirana setibanya diterminal cargo Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 3 November 2018. Chandra Kirana merupakan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610. ANTARA

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi– Ahli waristiga warga Kotabumi,‎ Lampung Utara yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP telah mendapat santunan ‎sebesar Rp50 juta. Santunan ini ditransfer ke dalam rekening ahli waris ketiganya oleh PT Jasa Raharja Cabang Lampung Utara.

Tiga korban tersebut adalah Ajung, Rober Susanto alias Atay, dan Wendi.  Ajung merupakan pemilik toko emas ‘Cincin’ di Pasar Dekon Kotabumi, sedangkan Atay adalah pemilik toko tekstil yang juga di Pasar Dekon.

“Pemberian santunan kepada ahli waris dari ketiga korban sudah disalurkan sehari setelah jasad mereka berhasil diidentifikasi. Penyalurannya melalui transfer ke rekening,” tutur Kepala Jasa Raharja Cabang Lampura, Benny Adi Putra, Rabu‎ (12/11/2018).

‎Benny menjelaskan, santunan pertama disalurkan kepada ahli waris korban yang bernama Wendi setelah jasad Wendi berhasil diidentifikasi pada 8 November‎. Wendi merupakan putra dari Rober Susanto alias Atay yang juga turut menjadi korban kecelakaan.

BACA: Tiga Warga Kotabumi Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

‎”Penyaluran santunan harus sudah disalurkan paling lambat Ix24 jam setelah korban berhasil diidentifikasi sesuai instruksi pimpinan,” kata dia.

‎Santunan kedua diberikan kepada Rober Susanto usai jasadnya diidentifikasi pada 14 November lalu. Terakhir, santunan ketiga disalurkan kepada ahli waris Hendra Tanjaya alias Ajung.

“Jasad pak Ajung berhasil diidentifikasi pada 23 November dan hari itu juga santunannya kami salurkan,” jelasnya.

Sebelumnya pihak Maskapai Lion Air beranji akan memberikan total santunan kepada setiap keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 senilai Rp 1,3 miliar. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari santunan dan asuransi bagasi.

“Total santunan yang akan diterima pihak keluarga Rp 1,3 miliar,” kata Managing Director Lion Air, Putut Daniel saat ditemui di Rumah Sakit Polri R Said Soekanto pada Ahad, 4 November 2018.

Daniel menyebutkan untuk santunan itu, Lion Air akan memberikan sebesar Rp 1,25 miliar sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Jumlah tersebut lalu ditambah dengan asuransi bagasi senilai Rp 50 juta.

Menurut Daniel, uang tersebut akan diterima oleh pihak keluarga saat korban sudah teridentifikasi dan ahli waris penerimanya juga sudah tervalidasi.

Pada Senin pagi (29/10/2018), pesawat Lion Air PQ-LQP dengan rute Jakarta – Pangkalpinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

 

Loading...