Beranda News Nusantara Air Laut di Pantai Barat Banten Meluap: 1 Orang Tewas, 11 Terluka

Air Laut di Pantai Barat Banten Meluap: 1 Orang Tewas, 11 Terluka

2147
BERBAGI
Warga Labuhan, Anyer, Banten mengungsi pada Sabtu malam,22 Desember 2018, (Foto: Sutopo Purwo Nugroho)

TERASLAMPUNG.COM — Gelombang pasang laut hingga air meluap ke daratan  di Pesisir Barat Banten, Sabtu malam,22 Desember 2018, menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengimbau masyarakat yang ada di sekitar pesisir pantai Barat Banten untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan evakuasi ke perbukitan.

“Masyarakat diimbau tidak perlu evakuasi ke perbukitan. Tidak ada gempa yang membangkitkan tsunami. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak memicu tsunami. Hanya gelombang laut pasang masuk di daratan. Jangan melakukan aktivitas di pantai untuk sementara ini. Tetap tenang,” ujar Sutupo dalam cuitan twitternya.

Dalam releasenya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono,, juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Berdasarkan informasi yang beredar, gelombang pasang air laut yang meluap, kini sudah surut dan warga sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

Gelombang pasang di wilayah Kalianda, Lampung Selatan, menurut jurnalis asli Lampung Selatanl, Ricky Oktoro Wiwoho, pada Sabtu tengah malam juga sudah surut.

“Alhamdulillah sudah surut,” katanya.