Beranda Hukum Kriminal “Airsoft Gun” yang Diduga Miliknya Dipakai Menodong Sopir Truk, Anggota DPRD Lamsel...

“Airsoft Gun” yang Diduga Miliknya Dipakai Menodong Sopir Truk, Anggota DPRD Lamsel Terancam Di-PAW

796
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Suparman (dok Teraslampung.com/Iwan J Sastra)

BANDARLAMPUNG- Legislator Partai Nasdem Lampung Selatan, Suparman, terancam diganti sebagai anggota DPRD Lampung Selatan jika terbukti senjata api jenis Airsoft Gun yang dipakai Ardiansyah, sopirnya, adalah miliknya. Penegasan itu disampaikan Ketua Partai Nasdem Lampung Selatan Yendri Firmansyah saat mendatangi Mapolsekta Panjang. Senin (25/5).

Yendri yang juga anggota DPRD Lampung Selatan datang ke Mapolsek Panjang untuk memastikan kepemilikan senjata api yang dipakai tersangka Ardiansyah (32 tahun), sopir anggota DPRD Lampung Selatan Suparman, untuk menodong sopir truk di Jl, Soekarno Hatta Bandarlampung pada 15 Mei 2015 lalu.

Yendri Firmanyah mengatakan, tindakan tegas akan diberikan kepada Suparman jika dalam pemeriksaan polisi ternyata senjata api jenis Airsoft Gun yang dipakai Ardiansyah untuk menodong sopir truk itu adalah milik Suparman.

Menurut Yendri, jika senjata itu benar milik Suparman, maka kader Partai Nasdem itu telah melakukan pelanggaran kode etik partai.

Yendri mengatakan,  bukan hanya kali ini saja Suparman tersandung kasus hukum. Sebelumnya, Suparman juga  diduga melarikan istri orang lain dan juga ada beberapa masalah lainnya.

“Kedatangan saya ini ingin memastikan saja, karena saya mendapat informasi ada tersangka yang bernama Ardiansyah (32) warga Desa Cantihan, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, diamankan petugas Polsekta Panjang karena menodong sopir truk. Ternyata benar, Ardinsyah ini adalah spir pribadi dan orang kepercayaannya Suparman salah satu anggota DPRD Lampung Selatanl,”kata Yendri kepada wartawan saat ditemui di Mapolsekta Panjang, Senin (5/5).

Menurut Yendri, dirinya sudah meminta konfirmasi  kepada petugas Polsek Panjang tentang kepemilikan senjata aspi yang dipakai untuk menodong sopir truk tersebi,

Mulanya, kata Yendri,  Ardiansyah ini mengaku bila kepemilikan senpi Airsoft Gun tersebut milik bosnya, yakni Suparman. Namun, setelah diperiksa ulang,  pengakuanya berubah dan mengatakan bahwa senjata api Airsoft Ggun tersebut didapatnya dari rekanya bernama Hariyanto, warga asal Jakarta.

“Tapi, informasi yang beredar senjata itu milik Suparman. Oleh karena itu, kasus ini sedang diselidiki dahulu oleh petugas Polsekta Panjang guna mengungkap kebenarannya informasi tersebut. Bilamana terbukti, nantinya, Suparman akan terancam di PAW dari Nasdem,” kata Yendri.

Yendri mengaku, masalah ini, sudah dilaporkan dengan DPP Pusat. Perintah dari sana, bila terbukti akan siap mengeluarkan dari anggota partai karena itu jelas melanggar anggaran dasar rumah tangga dan kode etik partai, maka dari itu ini yang masih kita telusuri dulu,”tandasnya.

Menurut keterangan sumber di Mapolsekta Panjang, aksi penodongan yang dilakukan Ardiansyah tersebut, terjadi pada Jumat (15/5) sekitar pukul 17.00 WIB sore di Jl,Soeekarno Hatta, Bypass Bandarlampug tepatnya di dekat jalan menuju Jl. Suban.

Sebelum terjadi penodongan, Ardiansyah yang menumpangi kendaraan truk dari Bakauheni menuju Bandarlampung.

“Sesampainya di Jalan Soekarno Hatta, Bypass, dia (Ardiansyah) menuju Jalan arah masuk Suban, Ardi meminta sopir menghentikan mobil. Setelah sopir menghentikan mobilnya, tiba-tiba Ardiansyah langsung menodongkan senpi kearah supir dan meminta sejumlah uang kepada supir,”kata dia yang enggan disebutkan namanya kepada Teraslampung.com, Senin (25/5).

Namun, sambung dia, aksinya berhasil di gagalkan oleh salah seorang kernet yang berada duduk dibelakang supir. Ardiansyah hendak berupaya melepaskan tembekan, namun tembakan itu tidak meledak diduga karena  gas Airsofgunnya habis. Saat itu juga Ardiansyah langsung ditendang oleh kernet hingga keluar dari dalam mobil dan terjatuh ke aspal.

“Sopir dan kernetnya ini langsung berteriak. Teriakan  itu mengundang warga sekitar. Petugas Opsnal dari Mapolsekta Panjang yang sedang patroli dan melintas di jalan tersebut langsung mengamankan Ardinsyah dan menggelandangnya ke Mapolsekta Panjang,”terangnya.

Sementara Kapolsekta Panjang, Kompol Nelson F Manik saat di konfirmasi melalui ponselnya, pihaknya belum dapat memeberkan perkara tersebut, sebab masih dilakukan penyidikan dan  pengembangan.

“Nanti kalau sudah jelas pasti akan saya beberkan,” katanya.

Teraslampung.com bebebrapa kali menghungi nomor telepon Suparman untuk mengonfirmasi kasus tersebut, tetapi tidak ada tanggapan.

Loading...