Beranda Hukum Kriminal Ajak Menonton Film “Om Telolet Om” Jadi Modus Guru Mengaji Ini Cabuli...

Ajak Menonton Film “Om Telolet Om” Jadi Modus Guru Mengaji Ini Cabuli Empat Muridnya

407
BERBAGI
Kapolsekta Panjang, Kompol Sofingi memberikan keterangan terkait penangkapan Bsn guru mengaji yang mencabuli empat muridnya.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolsekta Panjang, Kompol Sofingi mengatakan, tersangka Bsn (47), oknum guru mengaji yang mencabuli empat muridnya, melakukan aksinya sebanyak tiga  kali.  Aksi pencabulan yang dilakukan warga Kelurahan Panjang Utara tersebut pertama terjadi pada April lalu.

“Pada saat itu, korban S dan H yang masih berusia enam tahun datang ke Tempat Pendidikan Alquran (TPA) yang lokasinya berada di samping rumah tersangka,”ujarnya, Selasa (16/5/2017).

Kedua korban, kata Sofingi, datang ke TPA untuk belajar mengaji bersama tersangka Bsn. Bukannya mengaji, dua anak yang masih polos itu diajak menonton film “Om Telolet Om” melalui ponsel pintarnya (gawai).

“Dia bilang kepada dua anak itu mau diajak nonton film Om Telolet Om. Tapi ternyata bukanlah film  Om Telolet Om yang diputar tersangka Bsn dengan hapenya. Tersangka Bsn malahan memutar film porno,” ungkapnya.

Lalu, sambil menonton film porno, Bsn mencabuli kedua muridnya yang masi sangat lugu di  dalam kamar pribadinya. Setelah puas mencabuli kedua korban, Bsn memberikan uang sebesar Rp 5 ribu kepada masing-masing korban.

“Sebelum kedua korban pulang, Bsn meminta kepada korban agar tidak menceritakan perbuatan bejatnya kepada orangtua mereka dan juga orang lain karena takut dan malu jika aksinya diketahui,”paparnya.

Beberapa hari kemudian, Bsn mengulangi lagi aksinya. Kali ini korbannya adalah  S, H dan N yang saat itu datang ke TPA untuk belajar mengaji. Dengan modus dan cara yang sama, tersangka Bsn mengajak ketiga korban ke rumahnya menonton film Om Telolet Om yang taklain adalah film porno.

Di rumahnya, Bsn  kembali mengulangi perbuatan bejatnya: menyetel film porno di HP sembari mencabuli ketiga korban. Setelah korban dicabuli, tersangka kembali memberikan uang sebesar Rp 5 ribu kepada masing-masing korban.

Menurut Sofingi, aksi Bsn tidak berhenti. Beberapa hari kemudian ia kembali mencabuli murid mengajinya berinisial V. Saat itu korban V yang sedang melintas di depan rumah Basuni dipanggil oleh Basuni.

Kemudian Bsn menyuruh korban untuk membersihkan ruangan TPA. Karena yang memerintahkan adalah guru mengajinya, korban pun mau menuruti perintah tersangka Basuni.

“Belum selesai korban membersihkan TPA, Bsn kembali melampiaskan aksi bejatnya mencabuli korban V yang tidak lain muridnya sendiri. Parahnya lagi, pencabulan itu dilakukan Basuni di lokasi TPA,”terangnya.

Menurutnya, setelah korban dicabuli, Bsn memberikan uang sebesar Rp 5 ribu kepada korban. Aksi bejat Basuni akhirnya terhenti setelah salah satu orangtua korban mendengar pengakuan dari anaknya lalu melaporkan kasus pencabulan tersebut ke polisi.

“Begitu mendapat laporan itu, kami langsung menangkap Bsn di rumahnya di Kelurahan Panjang Utara pada Senin (8/5/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Bsn  mengakui perbuatannya, mencabuli empat anak muridnya,”pungkasnya.

Loading...