Beranda Pendidikan AJI Bandarlampung dan Tempo Gelar Workshop Jurnalisme Investigasi

AJI Bandarlampung dan Tempo Gelar Workshop Jurnalisme Investigasi

159
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung bersama Tempo Institute akan menghelat Workshop dan coaching clinic Jurnalisme Investigasi di ruang Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung, di ruang Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung, Sabtu- Minggu (20-21-April 2019)

Ketua AJI Bandarlampung Padli Ramdan mengatakan acara ini dilatarbelakangi derasnya gelombang kerancuan informasi antara yang benar dan palsu (fake) telah menempatkan ketegangan baru pada kebebasan media.

Mengutip laporan Global Unesco terbaru (Tren Dunia dalam Kebebasan Berekspresi dan Pengembangan Media (2017-2018), paradoks semacam ini terjadi di seluruh dunia.

“Celakanya, media mainstream yang ada pun tidak mampu memberi warna pembeda atas informasi yang diberikan kepada publik. Dampaknya, kepercayaan publik kepada lembaga  pers arus utama (mainstream) hilang.

Padli mengatakan,  Lampung termasuk daerah yang beruntung mendapat kesempatan belajar investigasi dari jurnalis investigasi andal seperti Tempo dan dipandu langsung redaktur Tempo, Sopril Amir.

“Kolaborasi antar media ini diharapkan menjadi jawaban untuk kembali meraih kepercayaan publik akan produk jurnalisme. Kami menyadari ada lubang besar dalam memujudkan visi ini, terkait jam terbang dan kapasitas jurnalis dalam melakukan reportase investigasi,” ujarnya dalam siaran pers yang dikirim, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, acara ini akan melibatkan 40 jurnalis media lokal dan 10 mahasiswa dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Adapun peserta, kata Padli, bisa mendaftarkan diri melalui: bit.ly/ajitempo. Sementara untuk batas pendaftaran paling lambat diterima 17 April 2019.

Penanggung Jawab workshop, Wandi Barboy menjelaskan akuntabilitas media menjadi tema utama program Investigasi Bersama Tempo tahun 2019. Program ini merupakan inisiasi bersama antara Tempo Institute dan Free Press Unlimited (FPU) dari Belanda yang memiliki perhatian besar pada isu kebebasan pers dan profesionalisme jurnalis.

Ia menjabarkan tujuan utama program fellowship investigasi ini adalah meningkatkan kemampuan para jurnalis untuk menguasai teknik liputan investigasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh, mendalam, dan bebas kepentingan pihak tertentu.

Tema yang diangkat yakni “Meraih Akuntabilitas Media Melalui Liputan Investigasi” dengan sub tema Korupsi dalam Pelayanan dan Tata Kelola Publik, Persoalan Sumber Daya Alam, Pelanggaran Hak Asasi Manusia terkait Perdagangan Manusia, Kasus-kasus Kriminal terkait Kepentingan Publik.

Peserta pelatihan diminta untuk mengusulkan tema liputan investigasi di Lampung. Usulan liputan akan dibahas dan diperdalam pada hari kedua workshop. Peserta dengan usulan liputan terbaik akan diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan intensif di Jakarta.

“Hasil akhirnya tema investigasi terbaik akan dipilih untuk dikerjakan bersama tim pendamping Tempo. Karya investigasi akan diterbitkan bersama di media tempat peserta bekerja dan di Tempo,” kata Wandi.

 

Loading...