AJI Bandarlampung Kecam Larangan Meliput oleh Walikota

  • Bagikan
Walikota Eva Dwiana bersama Kapolresta Kombes Pol Yan Budi Jaya dan Dandim Kolonel Inf Romas Herlandes di sela-sela acara vaksinasi Covid-19 di Lapangan Saburai, Rabu (16/6/2021). Foto: teraslampung.com/Dandy Ibrahim
Walikota Eva Dwiana bersama Kapolresta Kombes Pol Yan Budi Jaya dan Dandim Kolonel Inf Romas Herlandes di sela-sela acara vaksinasi Covid-19 di Lapangan Saburai, Rabu (16/6/2021). Foto: teraslampung.com/Dandy Ibrahim

TERASLAMPUNG.COM — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung mengecam tindakan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana yang melarang wartawan Harian Momentum, Vino Anggi Wijaya. Pelarangan itu dilakukan Eva secara terbuka ketika Vino hendak meliput acara vaksinasi Covid-19 di Lapangan Saburai (Lapangan Korem Gatam), Rabu siang (16/6/2021).

Sebelum melarang wartawan Harian Momentum meliput, Eva bertanya keberadaan wartawan Harian Momentum. Ketika tahu ada wartawan Harian Momentum, Eva pun langsung minta wartawan tersebut tidak meliput kegiatan tersebut.

“Tolong ya jangan diliput…Jangan diliput,” kata Eva tanpa menyampaikan alasan pelarangan meliput.

Ketua AJI Bandarlampung Hendry Sihalolo menilai, yang dilakukan Walikota Eva Dwiana tersebut tidak patut. Alasannya, kata Hendry Eva Dwian adalah pejabat publik dan yang hendak diliput adalah informasi untuk kepentingan publik.

Menurut Hendry, pihaknya beberapa kali memperoleh informasi soal Walikota Eva Dwiana melarang wartawan meliput kegiatannya. Permintaan itu dilontarkan ketika jurnalis yang biasa meliput agenda wali kota menemukan hal buruk/negatif. Misal, saat Eva inspeksi mendadak (sidak) ke suatu instansi. Istri mantan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN itu meminta para juru warta tidak memberitakan ihwal kantor pemerintah yang masih sepi saat jam kerja.

“Kami mengecam pelarangan peliputan oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Segala aktivitas jurnalistik dijamin oleh UU 40/1999 tentang Pers. Sebagai kepala daerah, Eva seyogianya bersikap transparan dalam menjalankan kerja-kerja eksekutif,” kata Hendry.

Terkait pemberitaan, Hendry meminta para jurnalis dan media massa di Lampung  bersikap independen dan  profesional.

“Proses yang dijalankan jurnalis dan media harus mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Masyarakat juga harus meminta masyarakat menghormati aktivitas jurnalistik,” katanya.

Hendry mengatakan, selain memenuhi hak atas informasi, keberadaan jurnalis juga untuk menjaga hak-hak publik.

  • Bagikan