AJI dan PWI Kecam Tindak Kekerasan terhadap Wartawan “Poros Lampung”

  • Bagikan
Ilustrasi kampanye stop kekerasan terhadap pres. (dok)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung,com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandarlampung dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  RSU Abdoel Moeloek terhadap Andi Priadi, wartawan Poros Lampung, Rabu lalu (12/11).

Pada Kamis (13/11), Andi datang ke kantor PWI di Jl. A. Yani Bandarlampung untuk meminta pendampingan proses hukum terkait kekerasan yang dialami saat hendak mewawancarau Direktur Umum RSUAM Gulivar.

“Saya meminta advokasi  PWI, agar pejabat RSUAM dan oknum pol PP mendapat sanksi, karena saya diseret dan dicekik oleh oknum Pol PP bernama Ferry ,” kata  Andi, Kamis(13/11)

Dibeberkannya, insiden yang dialaminya bermula  ketika dirinya akan mewancarai Direktur Umum RSUAM  terkait  Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Andi, dirinya sebenarnya sudah janjian dengan Gulivar untuk wawancara di kantornya. Namun, saat Andi  menuju ruangan Gulivar, Andi justru jadi sasaran kemarahan Gulivar.

“Saat itu saya sama humas, masuk pak saya bilang dari wartawan Poros Lampung, pak Gulivar marah dia gebrak meja. “Katanya kamu dari Polda Lampung? Kok (ternyata) dari Poros  Lampung? Pergi! Keluar kamu!” kata  Andi, menirukan ucapan Gulivar.

Saat itulah datang seorang Polisi Pamong Praja yang langsung mencekik Andi dan menyeretnya keluar ruangan Direktur Umum yang berada dilantai II menuju lantai I.

“Saya dicekik dan diseret seperti pencuri, makanya saya  lapor PWI, besok saya akan ke Polresta,”  ungkapnya

Ketua AJI Kota Bandarlampung, Yoso Mulyawan, mengecam perilaku Direktur RSUAM dan oknum Sapol PP tersbebut. “Wartawan itu bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi Undang-Undang. Selama wartawan bekerja profesional, sangat tidak patur pejabat publik melecehkannya. Apalagi sampai melakukan kekerasan,” kata Yoso.

Ketua PWI Lampung Supriadi Alfian menyayangkan aksi kekerasan terhadap pers. PWI sudah menyiapkan pengacara untuk mengadvokasi terhadap wartawan Poros Lampung.

“Sangat disayangkan masih ada prilaku pejabat yang alergi dengan wartawan, apalagi  melakukan kekerasan, dan kita akan siapkan tim advokasi dari PWI, untuk membela Andi,” jelasnya.

Sementara Humas Rumah Sakit Abdul Moeluk Esti Comalaria ,membantah  RSUAM telah melakukan tindak kekerasan terhadap  Andi. “Tidak ada kemarin itu hanya miss komunikasi saja,” terang Esti,

Menurut Esti, jauh sebelum peristiwa kemarin, Andi wartawan Poros Lampung sudah beberapa kali melakukan wawancara, dan kemarin Andi  menayakan data PAD, ke Direktur Umum RSUAM.

“Kemarin dia datang   mau ketemu pak Gulivar, katanya  sudah janji. Saya antar, sebelum masuk ruangan, saya beritahu direktur, pak ada  wartawan Poros Lampung. Pak Gulivar kaget, katanya Andi ngaku dari Polda Lampung, kok yang datang wartawan.   Karena suara pak Gulivar keras, datang Pol PP, dan membawa keluar Andi. Tidak ada kekerasan, dan kemarin juga andi sudah minta maaf, karena kalau dia tidak minta maaf dia tidak dilepas, dan akan diproses,” kata Esti.

Rizki/Syailendra Arif

  • Bagikan