Beranda News Nasional AJI Menilai Gambar Jokowi di Sampul Tempo Sesuai Proporsi

AJI Menilai Gambar Jokowi di Sampul Tempo Sesuai Proporsi

49
BERBAGI
Sampul majalah TEMPO edisi 16 September 2019. dok. TEMPO
Sampul majalah TEMPO edisi 16 September 2019. dok. TEMPO

TERASLAMPUNG.COM — Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Revolusi Riza mengatakan tak ada yang perlu dipermasalahkan dengan sampul depan Majalah Tempo edisi 13 September 2019. Riza mengatakan cover Tempo bergambar Jokowi dan siluet Pinokio merupakan bentuk kritik dalam produk jurnalistik.

“Itu kritik lah. Kalau dilihat dari ilustrasi kartikatur atau wajah Presiden, ini kan tak ada yang aneh,” kata Riza saat dihubungi, Selasa, 17 September 2019.

Riza melihat tak ada poin yang menghina Presiden dalam gambar tersebut. Sebab, kata dia, ilustrasi Jokowi di sampul itu utuh dan tak ada yang salah gambar. “Semuanya sudah sesuai dengan proporsinya, kalau dari segi wajah Presiden Jokowi-nya. Kalau memang ada keberatan dengan bayang-bayang, ya, itu kan namanya juga bayang-bayang. Itu multi-intepretasi,” kata dia.

Bayangan hidung Jokowi yang memanjang seperti tokoh Pinokio seakan menggambarkan simbol pembohong. Riza mengatakan hal itu seharusnya diinterpretasikan bahwa ada janji yang harus dipenuhi oleh Presiden. “No big deal. Bagaimana kemudian media menagih janji Presiden. Harusnya tak ada masalah,” kata Riza.

Ia membandingkan dengan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu, beberapa kali dalam demonstrasi Presiden digambarkan sebagai kerbau Si Buaya. Namun baik SBY maupun pendukungnya tidak melaporkan masalah itu ke polisi dengan tuduhan menghina Presiden. Kritik, kata Riza, adalah hal yang lumrah dan wajib ada dalam sistem pemerintahan demokrasi.

Cover Majalah Tempo sempat akan diadukan oleh relawan yang mengatasnamakan Jokowi Mania (Joman) dengan tudingan penghinaan terhadap Presiden. Namun saat datang ke Dewan Pers kemarin, perwakilan Jokowi Mania baru sebatas berkonsultasi dengan Dewan Pers.

Meski begitu, Riza mengapresiasi pilihan Jokowi Mania. Sebagai produk jurnalistik, cover majalah memang sewajarnya dilaporkan ke Dewan Pers, bukan lewat ranah hukum pidana. “Proses penyelesaiannya harus melalui mekanisme jurnalistik, yakni Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999. Jadi langkah sekarang sudah sesuai trek,” kata Riza.

Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Setri Yasra telah membantah cover majalah itu menghina Presiden. Menurutnya sampul Tempo bukan menggambarkan Presiden Jokowi sebagai Pinokio. Gambar itu, tutur Setri, merupakan metafora atas tudingan sejumlah penggiat antikorupsi bahwa Presiden ingkar janji dalam penguatan KPK.

“Tempo telah memuat penjelasan dalam Presiden dalam bentuk wawancara,” katanya.

Tempo

Loading...