Beranda Ruwa Jurai Akademisi dan Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian Lampung

Akademisi dan Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian Lampung

182
BERBAGI
Ilustrasi
WAYKANAN, Teraslampung.com — Akademisi
Universitas Lampung (Unila) yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Way
Kanan Dr Farida Aryani menyatakan diri untuk berpartisipasi dalam kegiatan
“Riungan (kumpulan) Kebangsaan” dihelat Gusdurian Lampung bersama sejumlah
pihak yang mempunyai persepsi sama  mengenai kebangsaan dan kemanusiaan.
“Beliau sudah menyatakan
diri untuk hadir dalam kegiatan berisi diskusi kebangsaan dan donor darah
beserta relasi, termasuk Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda,
S.Psi, M.AP juga berkomitmen untuk bisa ikut donor darah,” demikian
disampaikan aktivis Gusdurian di Way Kanan, Lampung Agung Rahadi Hidayat di
Blambangan Umpu, Sabtu (24/7).
     
Berkaitan dengan itu, Gusdurian
Lampung mengapresiasi positif support yang bermunculan dari berbagai pihak atas
kegiatan tersebut.  Riungan, kumpulan atau silaturahmi, kata Agung yang
tercatat bergiat di Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan dan pengurus Ansor
Kecamatan Way Tuba, menjadi penting sebagai gerbang masuk berbagai
kemaslahatan.
   
 “Silaturahmi
masyarakat di tingkat lokal masyarakat perlu digalakkan, dengan silaturahmi
semangat persatuan dan persaudaraan dapat terwujud. Aneka persoalan masyarakat
butuh pemecahan yang melibatkan banyak pihak, masyarakat perlu saling
bahu-membahu mencari jalan keluar atas kebuntuan persoalan,” katanya/
     
Dengan melibatkan banyak pihak, kata  Agung,  forum ini menjadi wadah dialog mengenai
perkembangan kemasyarakatan, adanya kerjasama antar pemangku kepentingan untuk
menghadapi permasalahan serta untuk lebih peduli terhadap situasi dan kondisi
di Kabupaten Way Kanan.
     
Riungan Kebangsaan dan Donor
Darah tersebut  berrtema “Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan
Kemanusiaan”. 
Kegiatan tersebut merupakan sinergi dan energi cinta untuk
bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru
Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah,
Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor
Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama.
     
“Kegiatan berlangsung Senin
27 Juli 2015 di Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Way Kanan mulai
pukul 08.30 WIB. Pihak-pihak yang ingin ikut serta donor darah kami persilakan
untuk hadir mengingat persediaan darah di Provinsi Lampung masih banyak
mengalami kekurangan dalam jumlah cukup besar. Sebanyak 60 persen komposisi
penyumbang darah sukarela, yang mendonorkan darah mereka secara rutin sebagai
penopang ketersediaan darah, untuk Lampung masih kekurangan persediaan darah
berkisar 40 persen dari kebutuhan darah bagi masyarakat di Lampung,”
katanya.
   
 Ia menambahkan, optimisme
keberkahan silaturahmi akan mengantarkan masyarakat ke arah perbaikan kualitas
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena bertujuan membangkitkan
spirit kebangsaan, kepedulian dan gotong royong, lalu juga meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional serta menghidupkan, menjaga
serta melestraikan kearifan lokal.
     
“Kegiatan perkumpulan ini
akan membangun konektifitas antar elemen masyarakat daerah ini sehubungan
melibatkan sejumlah elemen di Way Kanan kendati belum optimal atau 100 persen
terjangkau,” demikian Agung Rahadi Hidayat.
     
Diskusi kebangsaan akan
menghadirkan sejumlah pembicara, seperti I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan
Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda
Katolik Way Kanan. Kegiatan dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi
Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung.
Topiknya,
“Masih Perlukah Indonesia
Dengan Pancasila?” 

Rl
Loading...