Akademisi: Gubernur Lampung Seharusnya Tolak Penghargaan terkait Penanganan Covid-19

  • Bagikan
Dr. Syarief Makhya

TERASLAMPUNG.COM — Akademisi FISIP Universitas Lampung, Dr. Syarief Makhya, mengritik pemberian penghargaan dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terkait penanganan Covid-19. Menurut Syarif, penghargaan tersebut  tidak pantas diberikan karena penanganan Covid-19 sampai hari ini masih berlangsung.

“Seharusnya, Gubernur Lampung menolak penghargaan tersebut, karena selain tidak pantas  karena penanganan Covid-19 masih berjalan dan sekarang masih berlaku prokes, pemberian vaksin, dan pembatasan mobilitas sosial.  Jadi, agak aneh atas dasar kriteria apa penghargaan itu diberikan,” kata Syarif kepada teraslampung.com, Sabtu (24/4/2021).

Mantan Dekan FISIP Unila itu menyoroti berita teraslampung.com edisi 13 April 2021 bertajuk “Dinilai Sangat Berjasa Tangani Covid-19, Gubernur Lampung Terima Penghargaan dari Itera“.

Berita yang bersumber dari rilis Pemprov Lampung itu juga dimuat banyak media massa di Lampung. Dalam berita itu disebutkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meraih penghargaan Itera Adi Karsa Madya Tahun 2020 karena dinilai berjasa atas kontribusi yang luar biasa dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung.

Syarief mengatakan, dalam kasus Covid-19, Presiden Joko Widodo memang sudah menginstruksikan agar semua Gubernur/Bupati/Walikota agar kerja ekstra keras menangani penyebaran Covid-19. Instruksi ini adalah bagian dari kewajiban negara.

“Kalaupun ada penghargaan, yang berhak adalah para dokter, satgas dan petugas kesehatan yang bekerja keras bahkan ada yang sampai meninggal dunia saat menangani Covid-19,” katanya.

“Pemberian penghragaan tersebut adalah cerminan sebagaimana disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Sulistyowati Irianto mengatakan, maraknya fenomena kaum intelektual menghamba pada penguasa dan birokrasi,” tambahnya.

  • Bagikan