Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Akan Dijual di Jakarta, Tiga Anjal dari Sumsel Diselamatkan Warga Kotabumi

Akan Dijual di Jakarta, Tiga Anjal dari Sumsel Diselamatkan Warga Kotabumi

276
BERBAGI
‎Yoga (kanan) Hendri (kiri), kedua anak jalanan yang diduga nyaris jadi korban perdagangan manusia.

Feaby Handana| Teraslampung.com

Kotabumi–Tiga kawanan ‎anak jalanan di Lampung Utara asal Provinsi Sumatera Selatan diduga nyaris jadi korban perdagangan manusia (human traficking) oleh dua rekannya. Beruntung, kendaraan yang mereka tumpangi saat hendak menuju Jakarta berhenti di Lampung Utara sehingga para anak jalanan itu tak berhasil mencapai Jakarta.

‎Terungkapnya dugaan human traficking terhadap ketiganya berawal dari kaburnya kelima kawanan anak jalanan tersebut lantaran salah seorang teman perempuan mereka hendak diperkosa oleh laki – laki tak dikenal di daerah kompleks Masjid Jami’ Kotabumi.

Menurut ‎penuturan Andrio Sangun (35), salah seorang saksi yang menemukan kelima kawanan tersebut, kelimanya terlihat lari tergopoh – gopoh dari arah Pasar Dekon, Kotabumi, Jum’at (26/1/2017) sekitar pukul 08.00 WIB.

Merasa ada yang tidak beres, dirinya dan kelima rekannya lantas menghampiri kelima kawanan anak jalanan itu. Setelah dicecar pertanyaan, akhirnya diketahui alasan mereka lari tersebut dikarenakan berusaha menyelamatkan diri dari percobaan perkosaan perkosaan yang menimpa rekan perempuannya yang belakangan diketahui bernama Della (10), warga Kabupaten Lahat.

“Kelimanya lantas kami ‎beri makan dan kami tanya – tanya dari mana asalnya dan mau ke mana,” tutur Andrio, Selasa (31/1/2107).

Kelima kawanan itu akhirnya bercerita jika mereka berasal dari Provinsi ‎Sumatera Selatan dan baru tiba di Lampung Utara pada Kamis lalu (25/1/2017). Kendati demikian, kelima kawanan anak jalanan yang terdiri dari empat anak laki – laki dan satu anak perempuan itu enggan menceritakan siapa yang mengajak mereka dan ke mana tujuan mereka sebenarnya.

Andrio dan rekan – rekannya kemudian berinisiatif memisahkan kedua anak laki – laki yang paling besar dan dianggap disegani untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi terhadap mereka dan ke mana tujuan mereka. Belakangan diketahui kedua anak tersebut yang bernama Candra (17) dan Dede (19) erupakan pimpinan dari anak – anak jalanan itu. Dari mulut Candra lah ke luar pengakuan jika ketiga anak jalanan yakni Yoga Pratama (14), asal daerah Pasar Bawah, Lahat dan Hendri Gunawan (12), Asal daerah Pasar Pucuk, Pemerintah Kota Prabumulih, dan Della akan dibawa ke Jakarta untuk dijual atau diperkerjakan di jalanan.

Sayangnya, baik Candra maupun Dede lepas dari kawalan mereka sehingga tak diketahui rimbanya. Setelah kedua pimpinan mereka pergi, barulah ketiga kawanan itu bercerita tentang apa yang sebenarnya mereka alami dan ke mana tujuan mereka. Berdasarkan pengakuan ketiganya, ternyata yang membawa ketiganya (Yoga, Hendri, dan Della) hingga sampai di Lampung Utara adalah Candra dan Dede. Namun, yang menjadi pimpinan sebenarnya ialah Candra. Saat itu, mereka dijanjikan untuk mencari rejeki di Jakarta.

“Dede itu sering dipukuli Candra kalau enggak setor duit dari hasil minta – minta atau ngamen di sini,” tutur Andrio menirukan perkataan anak – anak jalanan tersebut.

Andrio menuturkan, saat ini, yang tersisa dari anak jalanan itu hanya Yoga dan Hendri, sedangkan Della tela‎h ditampung oleh salah seorang warga yang iba melihat penderitaan mereka. Sementara ini, baik Yoga dan Hendri di bawah pengawasannya agar mereka tak lagi kelaparan. Andrio berharap, Pemkab mau memfasilitasi ketiga kawanan anak jalanan tersebut hingga benar – benar dapat kembali ke rumah mereka masing – masing.

“Karena Della ini sudah beberapa kali nyaris jadi korban pemerkosaan, maka sementara ini, ia kami titipkan ke salah satu warga yang kami percaya. Harapannya, Pemkab dapat berkoordinasi dengan Pemprov/Pemkab/Pemkot, daerah asal anak – anak itu agar dapat dipulangkan dan diperhatikan di sana,” harap Andrio.