Akan Transaksi Narkoba di Lapangan Bola Sawah Brebes, Dua Pemuda Dibekuk Polisi

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Fauzan dan Selki saat diperiksa di Polsek Tanjungkarang Timur,Kamis (19/11/2015).

BANDARLAMPUNG – Operasi Anti Narkotika (Antik) 2015 ke-II, aparat Polsekta Tanjungkarang Timur menangkap dua pemuda saat  akan bertransaksi narkoba di lapangan sepakbola Kelurahan Kp Sawah Brebes, Tanjungkarang Timur, Selasa (17/11) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kedua remaja yang ditangkap adalah, Achmad Fauzan Habibi (19) warga Jalan Pulau Damar, Gang Mangga Kelurahan Gedung Meneng, Rajabasa dan Selki Agung Anugrah (20) warga Jalan Cengkeh, Gg H. Amin Murod, Rajabasa, Bandarlampung.

Plt Kapolsekta Tanjungkarang Timur AKP Edi Saputra mengatakan, sejak digelarnya Operasi Anti Narkotika (Antik) 2015 ke-II digelar. Pihaknya  menangkap kedua tersangka pengedar narkoba, Fauzan dan Selki. Petugas menangkap kedua tersangka di lapangan sepakbola Kelurahan Kp Sawah
Brebes, Tanjungkarang Timur.

“Saat ditangkap, kedua tersangka mau bertransaksi narkoba dan mengisap ganja ditempat itu sambil menunggu pemesannya datang,”kata Edi kepada wartawan, Kamis (19/11).

Dari kedua tersangka, disita barang bukti berupa delapan paket kecil sabi-sabu, satu bungkus ganja kering, satu linting ganja siap isap, satu buah pirex, satu bandel plastik klip putih dan satu unit sepeda
motor matic Honda Beat plat nomor BE 6360 CX.

Edi menuturkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat, di tempat lapangan bola Kp Sawah Brebes akan ada transaksi narkoba. Mendapat informasi itu, langsung ditindaklanjuti dan melakukan penyelidikan ditempat tersebut.

Dalam penyelidikan, lanjut Edi, didapati ada dua pemuda yang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Saat akan diberhentikan, keduanya menunjukkan gelagat dengan gerak-gerik yang mencurigakan petugas langsung menangkap keduanya.

“Kedua pemuda yang ditangkap diketahui bernama Fauzan dan Selki. Saat digeledah, ditemukan satu paket ganja kering yang disimpan di saku celana belakang Fauzan. Petugas menemukan satu paket kecil sabu didalam bungkus kotak rokok yang dipegang Selki,”tuturnya.

Dari keterangan Selki, bahwa tersangka masih menyimpan sabu-sabu dirumahnya. Sabu-sabu itu milik Fauzan, yang dititipkan ke tersangka dan rencananya untuk diedarkan. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah Selki di Jalan Cengkeh, Gg H. Amin Murod, Rajabasa.

“Dirumah Selki, ditemukan barang bukti narkoba di dalam kaleng rokok yang disembunyikan Selki di belakang rumahnya. Dalam kaleng rokok itu, berisi tujuh paket kecil sabu, satu buah pirex dan satu bendel plastik klip dan satu linting ganja,”ujarnya.

Edi mengutarakan, hasil pemeriksaan tersangka Fauzan mengakui, delapan paket sabu-sabu itu adalah miliknya dan rencanaya akan diedarkan. Sementara dari keterangan Selki, bahwa tersangka mengedarkan sabu-sabu, atas suruhan Fauzan dan tersangka mendapat upah pakai.

“Fauzan dapatkan sabu-sabu dari temannya Ic (DPO), kurir yang mengantarkan Ipg (DPO). Kalau ganja, didapat Fauzan dari IM (DPO) dan ganja itu, hanya dipakai sendiri bersama Selki. Kedua tersangka mengaku baru dua hari jadi pengedar narkoba,”terangnya.

Ditambahkannya, kasus ini masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba lainnya, petugas saat ini masih memburu tiga tersangka, Ic, IM dan Ipg.

“Ketiga tersangka itu merupakan pemasok sabu-sabu, ganja serta kurir dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),”tandasnya.

Akibat perbuatannya, Fauzan dan Selki dijerat Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.