Beranda Kolom Kopi Pagi Aksi Biadab di Masjid Selandia Baru

Aksi Biadab di Masjid Selandia Baru

276
BERBAGI

Ahmad Yulden Erwin

ABC News melaporkan Jumat (15/3/2019), seorang warga Australia diketahui melakukan tindakan terorisme di Selandia Baru. Ia adalah seorang pria berumur 28 tahun bernama Brenton Tarrant dan berasal dari Grafton.

Tarrant mengklaim sebagai teroris yang bertanggung jawab atas serangan saat Salat Jumat di Masjid Al Noor Christchurch, dan menewaskan 49 orang. Sebuah manifesto setebal 37 lembar seperti dikutip AP menyatakan Tarrant memang sengaja datang dari Australia untuk merencanakan dan melakukan aksinya.

“Menuju masyarakat baru kita maju pantang mundur dan membicarakan krisis imigrasi massal,” demikian salah satu petikan manifesto berjudul “The Great Replacement” itu.

Manifesto itu juga menuliskan bahwa serangan itu adalah balasan untuk para penyerang di Tanah Eropa dan mereka yang saat ini memperbudak jutaan warga Eropa. “Kita harus memastikan eksistensi dari masyarakat kita dan masa depan anak-anak berkulit putih,” demikian bunyi dari manifesto tersebut.

Sebagai orang yang sedang berjuang untuk hidup dari serangan penyakit yang mematikan, saya pribadi mengutuk keras dan mengecam serangan terorisme di Salindia Baru hari ini. Hal ini juga membuktikan bahwa terorisme bisa muncul di negara mana pun dengan basis agama/ideologi apa pun.

Terorisme bukan bagian dari penyelesaian masalah, karena di negara mana pun saat ini terorisme adalah justru menjadi masalah yang harus segera dipecahkan. Berpikirlah logis. Semua agama di muka bumi ini tak ada yang membenarkan tindakan terorisme, atau kita justru akan saling membunuh dan menghancurkan satu sama lain?

Saya belajar tentang Islam sejak kecil dari ayah saya almarhum dan dari Guru-Guru Tarekat Sufi (Tasauf Nahdatul Ulama) yang saya sangat hormati dan Cintai, serta tak ada satu pun yang membenarkan tindakan terorisme. Saya malah diajarkan hakikat Rahman dan Rahim dari Allah. Saya percaya dan telah membuktikan sendiri hal itu. Islam itu damai dan sungguh Indah. Islam bukan terorisme.

Saya berdoa pada saat ini (meski saya dulu seorang ateis), semoga semua yang meninggal di masjid di Selandia Baru akibat serangan terorisme itu meninggal secara husnul khatimah dan keluarganya diberi kesabaran dan Kasih Sayang Allah. Al-Fatihah.

Saya juga berdoa agar para teroris yang membunuh di Selandia Baru diberi hidayah kesadaran oleh Allah bahwa tindakannya salah dan semoga Allah Yang Maha Pengampun juga mengampuni dosa-dosa mereka. Semoga Allah Yang Maha Pengasih menjauhkan saya dan kita semua dari kemarahan yang amat sia-sia dan senantiasa menganugerahi saya dengan Kasih SayangNya di hati saya dan hati kita semua. Amin

Loading...