Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Aksi Koboi Oknum Sabhara Polres Lampura, B Empat Kali Lepaskan Tembakan

Aksi Koboi Oknum Sabhara Polres Lampura, B Empat Kali Lepaskan Tembakan

433
BERBAGI
‎Kapolres Lampung Utara, AKBP. Dedi Supriyadi mengunjungi Arnol korban penembakan yang diduga dilakukan oleh seorang bawahannya yang berinisial B.
‎Kapolres Lampung Utara, AKBP. Dedi Supriyadi mengunjungi Arnol korban penembakan yang diduga dilakukan oleh seorang bawahannya yang berinisial B.

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–‎Aksi koboi oknum anggota Sabhara Polres Lampung Utara berinisial B, yang diduga menembak Arnol (30),  warga sipil disinyalit dilakukan dengan sengaja. Menurut saksi mata yang nyaris menjadi korban, B  memuntahkan peluru sebanyak tiga – empat kali‎ saat kejadian tersebut.

“B menembak sebanyak empat kali dengan senapan laras panjang. Satu tembakan ke atas, tiga tembakan diarahkan kepada kami yang berada di halaman rumah Oscar,” kata Idham di Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu, Kotabumi, Senin (16/5) sekitar pukul 23:30 WIB.

Tembakan brutal yang dilakukan oleh B membuat ia dan rekan – rekannya yang tak pernah mengira akan “dihuja‎ni” peluru berhamburan untuk menyelamatkan diri dan meninggalkan kendaraan mereka.

Mereka kala itu sedang berada di halaman rumah Oscar menunggu penyelesaian hutang yang belum menemui kejelasan. Saat berjarak sekitar 30 meter dari rumah Oscar, Arnol meminta dirinya dan rekannya Tri Sanjaya (28) untuk berhenti berlari dan mengatakan kalau kakinya terkena tembakan.

“Berhenti. Saya enggak kuat lagi. Saya kena tembak,” katanya menirukan perkataan Arnol kala itu.

Mengetahui rekannya terluka, ia dan rekannya sontak berhenti berlari dan segera mengabarkan rekan – rekannya yang lain untuk datang dan membawa Arnol ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Kotabumi.

Saat mereka berdiam diri menunggu jemputan, B dan kawan-kawannya tak berani keluar mengejar mereka, begitu pun sebaliknya. Arnol kemudian dilarikan ke RSUD menggunakan sepeda motor rekannya yang baru tiba usai mendapat kabar tersebut.


BACA: Diduga Terkait Utang Piutang, Oknum Sabhara Polres Lampura Tembak Warga Muara Jaya

“Setelah kawan – kawan saya datang, kami langsung membawa Arnol ke RS untuk mendapat pertolongan,” terangnya.

Idham (30) menjelaskan persoalan yang menjadi pemicu terjadinya penembakan brutal yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Sabhara Polres Lampung Utara kepada rekannya yang bernama Arnol.

Idham mengatakan, peristiwa nahas yang menimpa rekannya ini berawal dari macetnya proses penyelesaian hutang Oscar kepadanya. Hutang ini sendiri bermula saat Oscar datang ke rumahnya untuk menggadaikan sebuah mobil Isuzu Panther senilai Rp1,3 juta pada tahun 2014 silam. Namun, dua hari kemudian, Oscar meminta tolong untuk diizinkan membawa kembali mobil yang telah digadaikan kepadanya itu. Kala itu, Oscar berjanji akan segera membayar hutangnya setelah diminta menandatangani perjanjian di atas materai.

Proses penyelesaian hutang ini sendiri terjadi di kediaman Oscar yang berada di daerah Kelurahan Rejosari sekitar pukul 22:00 WIB. Sebelum menggelar pertemuan di kediaman Oscar, Oscar meminta dirinya bertemu di Taman Olahraga dan Seni (TOS) Kotabumi sekitar pukul 21:00 WIB. Namun, setibanya di lokasi, Oscar ternyata tak ada di TOS.

BACA: Kapolres Lampura Mengaku Oknum Polisi Penembak Warga Muara Jaya Sudah Diamankan

“Entah apa maksudnya, rupanya Oscar ini telepon rekannya yang berinisial B. Karena B sempat telepon rekan saya dan meminta saya datang ke rumah Oscar. Lalu, saya mengajak rekan – rekan ke rumah Oscar,” tuturnya.

Sesampainya di kediaman Oscar, ternyata telah banyak rekan Oscar yang menunggu termasuk oknum anggota Sabhara tersebut. Sempat terjadi pertemuan antara dirinya dengan Oscar yang disaksikan oleh beberapa orang baik dari pihak dirinya maupun Oscar. Namun, pertemuan ini berjalan dengan suasana yang memanas karena Oscar sendiri bergaya petantang – petenteng dalam pertemuan tersebut.

Sikap petantang – petenteng yang ditunjukan Oscar memantik emosi rekannya yang bernama Tri Sanjaya. Tri mencoba mengingatkan Oscar agar dapat sedikit bersikap sopan layaknya tuan rumah atau dengan kata lain lebih menghargai mereka sebagai tamu. Perkataan Tri Sanjaya ini disambut Oscar dengan hunusan senjata tajam jenis garpu yang telah diselipkan dipinggangnya.

“‎Tapi, langsung dilerai oleh B dan rekannya dan kami langsung ke luar rumah. Tapi tak lama itu, B ke luar dari rumah sembari menembakkan senjata apinya kepada kami,” jelas dia.

Di tempat yang sama, Tri Sanjaya mengatakan, ia hanya mencoba menegur Oscar yang sedari awal telah menunjukan sikap tak simpatik kepada dirinya dan rekan – rekannya s‎aat di dalam rumah. Untuk menghindari keributan, ia dan rekan – rekannya ke luar dari rumah tersebut. Namun tiba – tiba, B ke luar dari rumah dan langsung mengeluarkan tembakan ke atas satu kali‎. Merasa keselamatan mereka terancam, ia meminta B menghentikan tembakan tersebut. Tapi permintaannya malah disambut B dengan tembakan sebanyak tiga kali yang satu di ‎antaranya mengarah langsung padanya.

“Begitu saya tahu pistol (tembakan terakhir,red) itu mengarah ke saya, saya langsung lompat ke arah kebun singkong. Ternyata, yang kena tembak Arnol yang ada di dekat saya,” katanya sembari menunjukan luka di tangannya akibat melompat ke kebun singkong.

Pantauan di lokasi, Kapolres AKBP. Dedi Supriyadi dan sejumlah perwira tingginya terlihat mendatangi korban di RSUD Ryacudu sekitar pukul 23:35 WIB. Sempat terjadi percakapan antara Kapolres dengan korban maupun keluarga korban.

Loading...