Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Aksi Koboi Todongkan Pistol Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kadishub Lampung Utara

Aksi Koboi Todongkan Pistol Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kadishub Lampung Utara

374
BERBAGI
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Basirun Ali
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Basirun Ali

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–‎Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Basirun Ali ,akhirnya angkat bicara mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden ‘koboi’ di rumah dinas Wakil Bupati Budi Utomo, Jumat pekan lalu (31/3/2020).

Menurutnya, ia tidak pernah menarik atau menodongkan pistol saat terjadinya insiden seperti yang ramai diberitakan.

Selama dua hari belakangan ini, berita tentang aksi ‘koboi’ Basirun di kediaman dinas wakil bupati Lampura pada Jum’at (3/4/2020) sekitar pukul 15.30 WIB menghiasi sejum‎lah media massa. Aksi ‘koboi’ ini dipicu oleh percekcokan Basirun dengan Kasat Pol-PP, Pirmansyah mengenai mobil dinas.

‎”Saya memang ada airsoft gun sesuai dengan izin saya. Tapi, tidak saya acung – acungkan seperti yang ramai diberitakan,” beber Basirun kepada Teraslampung.com, Selasa (7/4/2020).

Lantaran tidak sesuai dengan fakta di lapangan, Basirun menganggap pemberitaan yang ada tidak berimbang. Namun, ia tidak mau ambil pusing mengenai hal itu karena masyarakat dapat menilai mana yang benar dan mana yang tidak.

“Saya belum ada tanggapan. Terserah. Biarkan orang saja saja yang menilainya,” katanya.

Adapun kronologi kejadian menurut versi Basirun‎, kejadian ini berawal dari keluhannya seputar kondisi mobil dinas kepada Kasat Pol-PP Lampung Utara, Pirmansyah. Mobil dinas yang dipinjam oleh bawahannya dari Sat.Pol-PP didapatinya dalam keadaan rusak.

Percakapan antara Basirun dengan Pirmansyah sempat berlangsung dalam tensi tinggi‎. Hal ini dikarenakan Pirmansyah mengklaim mobil yang dipinjamkan ke Dinas Perhubungan dalam keadaan baik dan tidak memiliki kendala, sedangkan di sisi lain, Basirun ngotot jika mobil itu rusak.

“Bicara soal mobil karena mobil itu rusak. Yang dipinjamkan itu. Nah, dia bilang sudah kasih mobil bagus,” kisah Basirun.

‎Percekcokan ini rupanya menarik perhatian anggota Sat.Pol-PP di lokasi sehingga mereka kemudian mengelilingi Basirun. Merasa gelagat tidak enak, ia pun bergaya hendak mencabut airsoft gun yang terselip di pinggangnya.

“Anak buahnya mengelilingi saya, saya sangka mereka mau berantem. Ya saya merasa (gelagat) agak enggak enak gitu, lalu saya gaya – gaya nyabut pistol dari pinggang (untuk melindungi diri)” ‎kata dia.

Airsoft gun yang disebutkan oleh Basirun itu sama sekali belum tercabut dari pinggangnya. Jadi, kalau ada pihak yang menyebutkannya telah menarik atau mengacungkan pistol ‎maka kabar itu sama sekali tidak benar.

“‎Ya, belumlah. Kalau memang dia ada, mana fotonya, mana saksinya yang melihat. Enggak ada itu!!!” tegasnya.

Basirun kembali menjelaskan bahwa sejatinya persoalan ini telah selesai karena telah ditengahi langsung oleh Wakil Bupati Budi Utomo. Sama sekali tidak ada lagi persoalan antaranya dengan Sat.Pol-PP usai didamaikan oleh wakil bupati.

“Sudah selesai dan ditengahi langsung oleh pak Wakil Bupati Budi Utomo,” kata dia.‎

Loading...