Beranda Hukum Aksi Kriminal Selama Ramadan Marak, Polresta Berlakukan Tembak di Tempat

Aksi Kriminal Selama Ramadan Marak, Polresta Berlakukan Tembak di Tempat

521
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kombes Dwi Irianto



BANDAR LAMPUNG – Maraknya aksi kriminal pada bulan puasa Ramadan di Polresta Bandarlampung, direspons Polresta Bandarlampung dengan membentuk tiga tim khusus untuk menindak para pelaku kejahatan. Polresta Bandarlampung pun memberlakukan tembak di tempat bagi para pelaku pencurian dengan pemberatan,pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

“Kami sudah mengumpulkan anggota untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kriminal seperti curat, curas, da curanmor (C-3) yang terjadi belakangan ini. Jika pelaku menggunakan senjata api dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap, sesuai dengan SOP langsung tembak di tempat atau dilumpuhkan,” tegas kata Kapolresta Bandarlampung Kombespol Dwi Irianto, Minggu (13/7).

Dwi Irianto memaparkan, tindakan tegas yang dilakukan ini, tidak lain untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kambtimas) dan meminimalkan kejahatan yang akhir-akhir semakin meresahkan. Dalam menangani kasus C-3, kata Kapolresta, pihaknya sudah membentuk tim khusus, yakni dari Polresta dan Polsekta dimana sebelumnya sudah dilakukan analisa dan evaluasi (Anev).

“Ada tiga tim besar yang dibentuk, dan sudah dibagi perwilayah untuk melakukan pemetaan serta ditempatkan dilokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas C-3.  Tim ini yang akan menangani tindak kriminalitas selama bulan ramadhan hingga jelang lebaran nanti,” kata  dia.

Kapolresta menambahkan, peran dari masyarakat pastinya sangat penting dalam membantu tugas kepolisian, masyarakat juga harus menjadi polisi bagi diri mereka masing-masing dengan menjaga barang berharga miliknya.

Kapolresta mengimbau masyarakat tidak membiarkan kendaraannya berada di luar rumah dan tidak dikunci menggunakan kunci ganda. “ Jangan membiarkan pintu rumah tidak dikunci karena hal seperti ini yang memberikan kesempatan bagi para pelaku kejahatan. Jika memang ditemukan adanya tindak kejahatan, agar langsung melaporkannya dan petugas dapat langsung mengambil tindakan tegas.

“Saya berharap bulan ramadhan ini, masyarakat Kota Bandarlampung dapat kembali nyaman dalam menjalankan ibadahnya. Dan yang paling peting adalah kamtibmas bisa terjaga dangan baik,”tandasnya.

Berdasarkan catatan Teraslampung.com tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polresta Bandarlampung, selama 15 hari  terjadi enam kasus pencurian pada bulan Ramadan 1435 H. Antara lain:

Pada hari Rabu tanggal 2 juli 2014 :

1.      Dua pelaku pencurian dengan bersenpi mengambil satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah BE 4298 AD milikDedi Gunawan yang diparkir diwarung makan Mie Koga di Jl. Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung.
2.      Pencurian satu unit motor Honda scopy BE 9491 BD milik Ike Ate Yuviska (28) yang diparkir di depan Butik “Robbani” di Jalan ZA. Pagar Alam, Kedaton Bandarlampung.
3.      Pencurian sepeda motor Honda Beat BE 3788 CR milik seorang PNS bernama Welly Sarif Hidayat (44) hilang di dalam rumahnya di Jl. Keramat, GangCendana, Kelurahan Labuhan Ratu, Kedaton. Para pelaku mengambil motor dengan merusak tempat kunci motor menggunakan kunci letter T.

Pada hari Kamis tanggal 3 Juli 2014 :
4.      Pencurian sepeda motor Honda Beat BE 4841 NV milik Slamiana (23) warga Raman Utara, Lampung Timur. Pelaku mengambil motor korban dengan cara menghipnotis korbannya, di Jl. Radin Intan, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung tepatnya didepan pusat perbelanjaan Ramayana.

Pada Jumat, 4 Juli 2014 :
5.      Pencurian di rumah pejabat Dispenda Kota Bandarlampung, Ito Saibatin di Jl.  Pulau Sebuku, Kelurahan Tanjung Baru, Kedamaian. Pelaku menggasak uang senilai Rp 200 juta dan perhiasan emas seberat 300 gram.

Pada Jumat, 11 Juli 2014 :
6.      Tiga pelaku pencurian dengan bersenjata api menyantroni rumah kontrakan “Seruni” di Jl. Dakwah, Gang Sepakat, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecanatan Kedaton, Bandarlampung. Pelaku menyatroni salah satu kamar yang ditempati Eliza Susanti (24) mahasiswi STKIP PGRI semester akhir dan pelaku berhasil menggondol satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih BE 4609 BX, tiga buah ponsel. satu merk Blackberry dan dua merk Nokia.

Loading...