Beranda News Nasional Aktivis Dandhy Dwi Laksono Ditangkap Polda Metro Jaya

Aktivis Dandhy Dwi Laksono Ditangkap Polda Metro Jaya

7954
BERBAGI
Dandhy Dwi Laksono (Foto: dok WatchdoC Documentary)
Dandhy Dwi Laksono (Foto: dok WatchdoC Documentary)

TERASLAMPUNG.COM — Aktivis demokrasi dan HAM Dandhy Dwi Laksono dikabarkan ditangkap polisi di rumahnya di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Kamis malam, 26 September 2019. Dandhy ditangkap dengan tuduhan sejumlah pasal karet terkait UU ITE serta pasal 14 dan pasal 15 KUHP.

Kabar ditangkapnya Dhandy diketahui melalui cuitan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI lewat akun Twitter. Kabar itu juga menyebar di kalangan wartawan dan linimasa Facebook Dandhy Dwi Laksono.

“Breaking News ! @Dandhy_Laksono Ditangkap Polda Metro Jaya. Kamis, 26 September 2019 Pukul 23.00 WIB,” tulis akun YLBHI pada Kamis malam, 26 September 2019.

Informasi yang didapatkan Teraslampung.com, Dandhy ditangkap di rumahnya di kawasan Jatiwaringin Asri, Pondokgede, Bekasi. Menurut akun Twitter YLBHI, diketahui bahwa Dandhy baru saja tiba di rumahnya sekitar pukul 22.30 WIB.

Sekitar pukul 22.45 ada tamu menggedor-gedor pagar rumah dan kemudian dibuka oleh Dandhy. Tamu tersebut ternyata adalah kepolisian yang dipimpin oleh Ipda Fathuroji.

Pihak kepolisian dilaporkan datang dan mengatakan membawa surat penangkapan karena alasan posting di sosial media twitter mengenai Papua. Sekitar pukul 23.05 tim yang terdiri 4 orang membawa Dandhy ke kantor Polda Metro Jaya dengan kendaraan D 216 CC mobil Fortuner.

Petugas yang datang sebanyak empat orang. Penangkapan disaksikan oleh dua satpam RT setempat. Selain mengunggah kronologi kejadian, YLBHI juga mengunggah dua foto berupa surat penangkapan kepolisian berwarna kuning.

Penangkapan Dandhy memancing reaksi para aktivis HAM dan jurnalis. Linimasa akun Facebok Dandhy penuh dengan dukungan untuk Dandhy dengan tagar #SaveDandhyLaksono.

Istiqomatul Hayati di dinding akun Facebook Dandhy Laksono menulis: “Jadi, setelah mencoba menyenangkan kita dengan ‘mempertimbangkan Perppu’, menjelang tengah malam kita harus melihat kawan kita Dandhy Dwi Laksono ditangkap polisi. Seperti ini!”

Andrew Yuen menulis: Kalau begini Polri mulai kelewatan.. menebar kebencian berunsur SARA jauh dari kesan saya mengenal mas Dandhy Dwi Laksono. Soal dia punya perspektif yg berbeda, wajar saja.. namanya juga demokrasi.

 

Loading...