Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Aktivis PMII Desak Pemkab Lampura Segera Bayar Gaji Para Pegawai Honorer

Aktivis PMII Desak Pemkab Lampura Segera Bayar Gaji Para Pegawai Honorer

335
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Utara mendesak Pemkab segera ‎membayarkan gaji para tenaga honorer yang telah lama tak terbayarkan. Tuntutan ini disampaikan saat mereka menggelar aksi di sejumlah tempat, Selasa pagi (12/12/2017).

“Segera berikan hak dari seluruh tenaga honor yang sudah beberapa bulan ini tertunda pembayarannya,” tegas koordinator aksi, Redo Prastia saat berorasi di halaman kantor Pemkab.

Di samping menuntut penuntasan gaji para tenaga honor, mereka juga ‎pelbagai tuntutan lainnya yang dituangkan dalam pernyataan sikap mereka. Pelbagai tuntutan itu di antaranya mendesak Badan Pemeriksa Keuangan untuk segera mengeluarkan hasil audit dari kerugian negara agar kasus di Lampura dapat ditindaklanjuti oleh Kejari.

Selanjutnya, menuntut penuntasan empat kasus korupsi yang sedang ditangani oleh pihak kejaksaan (kasus sumur bor dan kasus dugaan korupsi di Bagian Umum Sekretariat Kabupaten). lalu, meminta Kejari Lampura untuk bertindak sigap dan lugas dalam menangani kasus dugaan korupsi yang hingga kini belum terselesaikan.

“Kami juga minta setop kegaduhan yang selama ini terjadi di Lampung Utara,” tegasnya.

Setelah puas berorasi di kantor Pemkab, aksi ini kemudian dilanjutkan di gedung DPRD Lampura. Para aktivis mahasiswa ini disambut oleh Ketua DPRD Rahmat Hartono yang didampingi oleh sejumlah koleganya seperti Herwan Mega, Rico Picyono, Emil Kartika Chandra.

‎”Semua aspirasi adik – adik akan tindaklanjuti,” kata Rachmat Hartono.

Ditambahkan Herwan Mega, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyikapi semua tuntutan mahasiswa termasuk persoalan macetnya pembayaran gaji para tenaga honor yang juga ramai diberitakan oleh berbagai media massa.

“Semua persoalan termasuk macetnya pembayaran gaji para tenaga honorer akan segera kami sikapi. Namun, tentunya harus tetap mengacu pada mekanisme yang ada,” terangnya.

Loading...