Beranda Pendidikan Kampus Aktivitas Mahasiswa Penggiat Seni Dimatikan, Siapa Peduli?

Aktivitas Mahasiswa Penggiat Seni Dimatikan, Siapa Peduli?

97
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Aksi menolak pembekuan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam (UKM-SBI) terus berlanjut, puluhan mahasiswa dari berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) seni dan budaya di perguruan tinggi se-Lampung menggelar aksi teatrikal di Tugu Adipura, Bandar Lampung. Mengusung nama Keluarga besar seniman kampus (SIKAM) Lampung, mereka menyampaikan aspirasi terkait kondisi kegiatan kesenian yang belum difasilitasi pihak kampus dengan layak,Minggu (8/5/2016)

Tugu Adipura menjadi saksi puluhan seniman muda itu menyampaikan aspirasinya. SIKAM Lampung menjadi wadah perjuangan UKM Bidang Senise Lmapung. Mereka menggalang kekuatan agar memiliki posisi tawar yang kuat baik dengan pihak kampus, pemerintah, maupun masyarakat. SIKM Lampung dipelopori oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung (Unila), UKMBS Malahayati, UKMBS Politeknik Negeri Lampung (Polinela), UKMF Kelompok Studi Seni (KSS) FKIP Unila, UKM Seni Budaya Islam (SBI) IAIN Raden Intan Lampung, UKM Komunitas Biroe IBI Darmajaya, UKM Seni dan Olahraga (Senior) Perguruan Tinggi Mitra Lampung, serta UKM Mentari Universitas Muhammadiyah (UM) Metro.
Aksi yang dilakukan SIKAM Lampung terhadap SK pembekuan UKM-SBI IAIN Raden Intan Lampung didasari pemikiran bahwa segala bentuk tindakan represif sebagai kemunduran dalam gerakan mahasiswa pasca 18 tahun reformasi. Satu bentuk kesewenang-wenangan pihak kampus terhadap kreativitas mahasiswanya. Kepedulian dan daya kritis mahasiswa dianggap sebagai ancaman sehingga sempat ada penyekalan 16 mahasiswa oleh pihak kepolisian.
Demikianlah usaha tiada henti mereka. Usai menggelar Aksi Bisu di Kampus IAIN Raden Intan Lampung, DPRD Provinsi Lampung, Tugu Adipura, mereka juga berencana menggelar Diskusi terbuka yang melibatkan seniman Lampung. Sejumlah tokoh sudah menyatakan kesediaan untuk hadir, karena merasa prihatin dengan nasib seniman muda tersebut yang bukannya didukung, dibina malah di rampas haknya.
Tindakan represif pengelola kampus IAIN Raden Intan Lampung yang menyegel UKMSBI adalah satu fakta yang bukan hanya mencederai demokrasi dan kebebasan berekspresi, namun juga bertentangan spirit revolusi mental yang terus menerus digemakan pemerintah. Revolusi mental sebagaimana yang kita ketahui bersama menempatkan kebudayaan-seni sebagai ujung tombaknya. Terlebih polisi dan keamanan kampus dilibatkan untuk memaksakan kebijakan mereka. Ini adalah satu bentuk kesewenang-wenangan, kezaliman, dan sikap mata gelap di lingkungan pendidikan tinggi kita yang sangat memprihatinkan. Sebuah Ironi.

 

sumber: Wartaseni.com