Beranda News Nusantara Aktivitas Warga Naik 23% Meskipun PSBB di DKI Jakarta Diperpanjang

Aktivitas Warga Naik 23% Meskipun PSBB di DKI Jakarta Diperpanjang

724
BERBAGI
grafik peningkatan mobilitas
Grafik peningkatan mobilitas warga selama PSBB di DKI Jakarta. Foto: Lifepay

TERASLAMPUNG.COM — Pergerakan (mobilitas) masyarakat Indonesia sudah meningkat 23% dalam kurun waktu sebulan terakhir, meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun kebijakan pembatasan aktivitas lainnya masih diberlakukan di berbagai daerah tanah air.

Tentu saja hal ini mengejutkan lantaran kurva kasus COVID-19 Indonesia belum menunjukkan tren penurunan, sedangkan persiapan new normal dengan memberlakukan PSBB Transisi kini sudah bergulir di DKI Jakarta. Bukan tidak mungkin, kebijakan ini akan disusul oleh daerah lainnya.

Riset Lifepal.co.id mencatat, berdasarkan data di Apple Mobility Trends, pergerakan masyarakat yang sudah menurun sejak pertengahan Maret dan cenderung stabil sepanjang April, kembali meningkat di bulan Mei. Sementara itu, memantau Google COVID-19 Community Mobility Reports, penurunan pergerakan masyarakat menunjukkan tren berangsur-angsur turun sejak awal April hingga pertengahan, namun berangsur-angsur naik memasuki Mei.

Grafik dari Apple Mobility Report menunjukkan adanya penurunan mobilitas masyarakat sejak 10 Maret, yang berangsur-angsur turun hingga mencapai titik terendahnya pada tanggal 25 Maret, di mana pergerakan masyarakat turun hingga -65%. Sepanjang bulan Maret, mobilitas cenderung stabil dengan kenaikan berkisar antara 1 hingga 2 persen saja.

Memasuki bulan April, penurunan mobilitas masyarakat juga masih bertahan dengan rerata aktifitas di -63%. Titik terendah mobilitas warga tercatat pada tanggal 24 April 2020, atau tepatnya di hari pertama puasa Ramadan dengan persentase rata-rata mobilitas sebesar -67%.

Mobilitas pengguna Google sedikit berbeda. Pergerakan masyarakat terendah tercatat terjadi pada 25 April 2020, atau di hari kedua bulan Ramadan.

Mobilitas warga terus naik di bulan Mei, walau turun sedikit saat Idul Fitri
Menginjak awal Mei 2020, mobilitas justru terlihat mulai naik. Peningkatan mobilitas warga sudah mulai terlihat pada tanggal 1 Mei 2020, saat rerata mobilitas warga berada di angka -62%. Bisa dikatakan tanggal 1 merupakan titik mobilitas terendah di bulan Mei, karena kurva mobilitas terus mengalami kenaikan.

Pada tanggal 24 Mei 2020 atau lebih tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri, mobilitas sempat mengalami penurunan kembali ke level -51%. Setelah itu, aktivitas masyarakat kembali bertambah, hingga mencapai titik tertinggi -40% pada tanggal 30 dan 31 Mei 2020. Secara total, sepanjang bulan Mei, rerata mobilitas warga ada di angka -54%, naik 9% dari bulan April.

Tak jauh berbeda dengan Apple, Google juga mencatat adanya kenaikan aktivitas penggunanya memasuki bulan Mei, meski amat perlahan. Mobilitas pengguna Google hanya turun cukup dalam pada hari raya Idul Fitri 25 Mei, yakni sebesar -57%. Kenaikan rata-rata mobilitas pengguna Google pada bulan Mei dibandingkan April adalah 7%

Memasuki Juni, mobilitas warga malah naik

Secara garis besar, terhitung sejak April 2020 hingga Juni 2020, rata-rata mobilitas pengguna Apple justru meningkat sebesar 23%. Dalam periode yang sama, kenaikan rata-rata mobilitas pengguna Google meningkat sebesar 8%
Apakah wacana new normal membuat masyarakat berani keluar rumah?

Tidak dapat dipastikan apa penyebab naiknya mobilitas masyarakat di tengah berbagai kebijakan pembatasan aktivitas, termasuk PSBB. Dengan kata lain, tidak diketahui pasti apa yang membuat warga lebih berani beraktivitas sebulan belakangan.

Namun, patut diduga, penyebabnya adalah munculnya berbagai wacana soal pelonggaran PSBB dan pemberlakuan new normal. Seperti diketahui, tepat pada 25 Mei 2020, wacana diberlakukannya new normal mulai bermunculan di media. Muncul pula wacana pembukaan mall yang rencananya akan dilakukan mulai 5 Juni 2020.

DKI Jakarta sudah mulai memberlakukan PSBB Transisi mulai 4 Juni 2020, dengan berbagai protokol yang sifatnya tidak seketat protokol PSBB sebelumnya. Maka besar kemungkinan tren kenaikan mobilitas warga ini akan berlanjut di bulan Juni.

Loading...