Beranda Hukum Kriminal “Alasan Klasik”, Rahmat Jadi Tukang Curi Sepeda Motor karena Menganggur

“Alasan Klasik”, Rahmat Jadi Tukang Curi Sepeda Motor karena Menganggur

242
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Rahmat diperiksa di Polresta Bandarlampung

BANDARLAMPUNG – Rahmat (22) tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mengakui, bahwa dirinya bersama ketiga temannya (DPO) sudah enam kali melakukan pencurian sepeda motor dibeberapa tempat di Kota Bandarlampung. Alasannya “sangat klasik”: mencuri sepeda motor karena menganggur dan butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tapi peran saya, cuma sebagai joki saja dan membonceng teman saya itu saat mencari sasaran sepeda motor yang akan dicuri,”kata Rahmat di hadapan petugas dan awak media, Minggu (24/2016).

Menurutnya, yang mengambil motor tersebut, adalah ketiga temannya. Sementara dirinya menunggu diatas motor, dengan mengawasi keadaan sekitar. Dikatakannya, mencurinya menggunakan kunci letter T.

Dikatakannya, motor hasil curian, dijual dengan temannya ke daerah Pesawaran dengan harga bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Kemudian uang dari hasil penjualan motor curian, dirinya mendapat bagian uang sebesar Rp 500 ribu dan uangnya dipakai untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

“Uang dari pembagian jual motor curian itu, saya pakai untuk beli makanan dan kebutuhan lainnya,”ungkapnya.

Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus Rahmat (22) warga Tanjungkarang Timur, pada Selasa (19/4/2016) lalu. Tersangka, merupakan salah satu komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Polisi menangkap tersangka, di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Soekarno Hatta, Bypass, Kedaton, Bandarlampung saat sedang menunggu temannya dan akan mencuri sepeda motor.

Polisi menyita satu unit sepeda motor Yamaha Vixion BE 1218 KA hasil curian.