Beranda News Nasional Alasan KPK Segel Ruangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Alasan KPK Segel Ruangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

196
BERBAGI
Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, dengan menggunakan masker dan topi, tiba untuk menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019. Penyidik KPK mengamankan Romahurmuziy dan empat orang lainnya dalam OTT di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo. TEMPO/Imam Sukamto

TERASLAMPUNG.COM — KPK mengonfirmasi penyegelan ruangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan. “Dua ruangan itu disegel karena ada kebutuhan klarifikasi untuk proses penyelidikan,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, pada Sabtu dinihari, 16 Maret 2019.

Penyegelan ini terkait dengan penangkapan Romahurmuziy alias Rommy. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut diduga terlibat kaus suap jual beli jabatan bersama sejumlah orang penting di Kementerian Agama. Proses Operasi Tangkap Tangan atau OTT Romahurmuziy berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 15 Maret 2019 sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca: OTT Romahurmuziy PPP, KPK Hanya Sita Ratusan Juta Rupiah

Febri belum bisa menyampaikan terkait dengan hal apa proses klarifikasi atas penyegelan ruang Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kementerian tersebut. “Belum bisa disampaikan sekarang, nanti ketika konferensi pers,” kata Febri.

“Yang pasti begini, ketika tim KPK datang ke Kantor Kementerian Agama, salah satu ruangan yang disegel itu ruangan sekjen dan ruangan menteri. Dua itulah setidaknya yang disegel,” kata Febri menegaskan.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Antara, selain Rommy KPK mengamankan lima orang lainnya. Mereka di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin, Kepala Dinas Kementerian Agama Gresik Muafaq Wirahadi, pihak swasta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan pada Jumat malam sempat datang ke gedung KPK. Tak lama berselang Rommy tiba di gedung KPK setelah diterbangkan dari Surabaya. Seusai terjaring OTT, Rommy digelandang ke Markas Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal.

“Kemarin sekitar pukul 20.00 Sekjen Kementerian Agama datang ke kantor KPK. Karena sebelumnya ada beberapa ruangan di Kemenag yang disegel ada kebutuhan klarifikasi, tapi apa yang diklarifikasi saya belum bisa sampaikan,” kata Febri.

Menurut Febri, bukti adanya suap di antaranya uang ratusan juta rupiah dan sudah diamankan. “Pokok perkaranya itu kan terkait dengan pengisian jabatan. Pengisian jabatan pimpinan tinggi. Pimpinan tinggi ada beberapa lapis, di bawah pimpinan tinggi bisa di pusat bisa di daerah, misalnya. Kalau di daerah ada Kanwil atau jabatan-jabatan yang lain,” kata Febri mengungkapkan.

Rencananya, KPK akan menggelar konferensi pers mengenai status hukum Rommy pada hari ini, Sabtu, 16 Maret 2019 sekitar pukul 11.00 WIB. Romy tiba di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, pada Jumat malam pukul 20.13 WIB.

Mengenakan jaket hitam dan topi hitam, serta masker untuk menutupi wajahnya. Romy hanya menunduk dan enggan memperlihatkan wajahnya kepada banyak media yang meliput di kantor KPK.

Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki membenarkan adanya penyegelan ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin oleh KPK. “Benar,” kata Mastuki saat dikonfirmasi, Jumat, 15 Maret 2019.

Ia mengatakan bahwa Kementerian Agama akan kooperatif dengan KPK, terutama soal prosedur penyegelan sebagai lanjutan pemeriksaan pascaoperasi tangkap tangan  Romahurmuziy.  Ia masih menunggu perkembangan kasus ini, terutama berkaitan dengan pejabat kementerian ini yang diduga turut terlibat.

Tempo.co

Loading...