Beranda Hukum Narkoba Alasan Menganggur, Pasangan Suami-Istri di Bandarlampung Ini Jual Sabu-Sabu

Alasan Menganggur, Pasangan Suami-Istri di Bandarlampung Ini Jual Sabu-Sabu

453
BERBAGI
Direktur Reserse Narkoba Polda lampung, Kombes Pol Shobarmen saat menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari tersangka Pasutri pengedar sabu-sabu di Mako Ditres Polda Lampung, Kamis 22 Maret 2018.
Direktur Reserse Narkoba Polda lampung, Kombes Pol Shobarmen saat menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari tersangka Pasutri pengedar sabu-sabu di Mako Ditres Polda Lampung, Kamis 22 Maret 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Pasangan suami istri (pasutri) pengedar sabu-sabu, Ryan Hidayat (37) dan Astrina (39) yang ditangkap petugas Direktorat Reserse Polda lampung. Keduanya mengaku mengedarkan sabu-sabu, dengan alasan karena tidak memiliki pekerjaan atau menganggur.

Polisi menangkap pasutri tersebut, di rumah kontrakannya di Jalan Pulau Singkep, Gang Tangkil, Kelurahan Sukabumi, Bandarlampung, Rabu 21 Maret 2018 sekitar pukul 14.25 WIB.

Dihadapan petugas dan awak media, tersangka Ryan mengaku, bahwa dirinya terpaksa menjual sabu-sabu, lantaran menganggur atau tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga dirinya harus menafkahi istri dan anaknya yang masih berusia empat bulan, dengan menjual sabu-sabu. Ryan juga mengaku, bahwa telah menjadi pengedar sabu sejak 10 bulan terakhir.

“Saya gak punya kerjaan, makanya terpaksa saya jual sabu. Uang dari hasil jual sabu itu, saya gunakan untuk beli kebutuhan sehari-hari,”ungkapnya, Kamis 22 Maret 2018. Hal tersebut juga dibenarkan tersangka astrina.

Selain itu juga, kata Ryan, dirinya mengajak istrinya Astrina untuk menjual sabu-sabu. Bahkan tersangka juga, mengajak istrinya untuk mengkonsumsi barang haram tersebut bersama-sama. Menurutnya, barang haram itu ia dapatkan dari seorang bandar berinisial BS (DPO).

“Selain sabu itu saya jual, saya juga sering pakai sabu itu bareng dengan istri saya dan pakainya di rumah,”terangnya.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen mengutarakan, penangkapan kedua tersangka pasangan suami istri (pasutri) Ryan dan Astrina, berdasar atas informasi masyarakat bahwa rumah kontrakan yang ditempati tersangka diduga sering dijadikan tempat untuk transaksi narkoba.

Atas informasi tersebut, kata Shobarmen, petugas melakukan penyelidikan, sekitar pukul 12.00 WIB anggota Subdit III Narkoba melihat gerak-gerik tersangka Ryan keluar masuk rumah dengan membawa bungkusan plastik warna hitam. Anggota meyakini bahwa kontrakan tersebut, telah dijadikan tempat untuk transaksi narkoba.

“Petugas langsung melakukan penggrebekan dan menangkap keduanya saat berada di dalam kamarnya sekitar pukul 14.25 WIB. Hasil penggeledahan, didapati sabu-sabu sebanyak 17 paket seberat 625 gram, satu buah timbangan digital, tiga buah sendok dan satu bundel plastik klip. Barang haram tersebut, ditemukan di dalam lemari di kamar tersangka,”ungkapnya.

Mantan Kepala SPN Lampung ini mengungkapkan, hasil pemeriksaan tersangka, sabu- sabu itu didapat tersangka Ryan dari pemasoknya berinisial BS yang saat ini masih dalam pencarian dan sudah ditetapkan sebagai DPO.

“Selain sebagai pengedar, tersangka pasutri ini juga sebagai pengguna aktif narkoba. Keduanya mengedarkan barang haram tersebut, di wilayah Kota Bandarlampung. Saat ini kami masih kembangkan kasusnya,”jelasnya.