Beranda News Bandarlampung Alay Dinilai tak Punya Itikad Baik Selesaikan Masalah Proyek Pasar Smep

Alay Dinilai tak Punya Itikad Baik Selesaikan Masalah Proyek Pasar Smep

496
BERBAGI
Pasar Smep Bandarlampung (ilustrasi)

Teraslampung.com — Komisi II DPRD Kota Bandarlampung menilai Direktur PT. Prabu Artha, Ferry Sulistyo alias Alay tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Smep yang sudah lama terbengkelai. Beberapa anggota Dewan memperkirakan Alay akan kembali melakukan wanprestasi dalam proyek itu, seperti pernah dilakukannya pada  pembangunan pertama proyek itu pada  2014 lalu.

“Kani sudah agendakan pemanggilan hari ini pukul 10.00 WIB tapi sampai dengan saat ini batang hidungnya pun tidak tampak, artinya Alay tidak ada itikad baik dengan sengaja tidak menghadiri undangan DPRD,” kata Anggota Komisi II DPRD Bandarampung, Wiwik Anggraini, Rabu (19/8).

Meskipun tidak dapat hadir, kata Wiwik, seharusnya Alay memberitahukan ketidakhadirannya atau mengirimkan utusan ke DPRD Bandarlampung.

“Kasih tahu donk kalau tidak bisa datang, minimal ada utusan yang datang jika tidak dapat hadir pada panggilan pertama ini,” tegas politisi PDIP.

Menurut Wiwik, mangkirnya Alay dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Bandarlampung untuk klarifikasi proyek pembangunan Pasar Smep berarti dia menghormati lembaga pemerintah.

“Dia sama saja tidak menghormati DPRD ini secara kelembagaan. Kami akan agendakan kembali pemanggilan Alay. Jika tidak hadir lagi, kami akan rapat internal komisi dulu untuk membahas langkah selanjutnya,” ujarnya.

Hasl senada dengannya, Anggota Komisi II DPRD Bandarlampung, Supriyanto. Menurut Supriyanto, Pemkot Bandarlampung harus tegas dengan pembangunan Pasar Smep.

Ketidakhadiran  Alay pada rapat dengar pendapat dengan Dewan itu, kata Supriyanto, membuktikan bahwa pengusaha yang terkenal sebagai raja ruko  tidak memikirkan nasib pedagang yang sudah terkatung-katung menunggu pembangunan tanpa adanya solusi.

“Pemkot juga harus tegas, ini buktinya tidak datang, artinya niat Alay sudah tidak baik,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Supriyanto mengaku heran para pedagang masih bisa sabar dan tidak melaporkan kasus yang dialaminya kepada aparat penegak hukum. Padahal, sampai kini nasib uang setoran pedagang yang sudah diberikan kepada Alay sebegai setoran untuk pembangunan pasar itu tidak jelas.

“ Saya heran kok pedagang tidak melaporkan saja ke kepolisian, kan pedagang sudah dirugikan, apa pedagang takut melaporkan Alay?” ujarnya.

Loading...