Beranda Headline Alfred Riedl dan Sepak Bola Kita

Alfred Riedl dan Sepak Bola Kita

1416
BERBAGI
Alfred Riedl (Foto: dok juara.net)

Oleh: Arizka Warganegara*

arizka-okePerjuangan anak-anak Indonesia akhirnya menghasilkan sesuatu yang ‘menakjubkan’ bermain di hadapan pendukung Tim Nasional Vietnam, dengan semangat juang yang super duper baik, Timnas akhirnya melaju ke putaran final piala AFF 2016. Ada sebuah keajaiban disitu, walau banyak orang percaya juga keajaiban itu buah dari usaha dan kerja keras.

Kita semua saya pikir sepakat bahwa anak-anak itu (PSSI-red) bermain dengan mental bertanding yang luar biasa, berbagai teror dari suporter lawan plus keputusan wasit yang mengagalkan keputusannya sendiri yang memberikan pinalti akhirnya dijawab dengan kerja keras dan hasil akhir dapat menahan Vietnam dengan hasil seri 2-2.

Bagi saya ini adalah kemenangan juara, dengan modal morat-maritnya organisasi PSSI belakang ini, kompetisi yang berhenti dan lain sebagainya toh kita masih bisa meracik tim nasional yang kompetitif bahkan menurut saya lebih kompetitif ketimbang dua atau tiga tahun lalu. Masuk ke final buat saya adalah sudah sama saja Tim Nasional merengkuh juara. Juara sejati, juara untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Mungkin jargon ini terlalu bombastis tapi seluruh penggemar bola tanah air justru menyaksikan bagaimana anak-anak itu (PSSI-red) bermain dengan penuh konsentrasi dan semangat yang membuncah.

Perlu Taktik

Alfred Riedl, atau Pak Riedl adalah orang dibalik kesuksesan tim ini melaju ke putaran final. Tidak banyak pelatih luar negeri yang bersinar dan ‘memiliki’ Indonesia dengan hatinya. Riedl punya itu, berangkat dari pengalamannya membina tim nasional dibelahan asia tenggara lainnya, keteguhan dan disiplin serta taktik yang sederhana tapi jitu, Riedl berhasil mengangkat kualitas tim nasional kembali sejajar dengan tim lain di sirkum asia tenggara.

Tidak banyak pelatih asing yang punya dedikasi seperti seorang Riedl, ada nama lain Paul Cumming misalkan yang mendedikasikan dirinya juga untuk sepak bola tanah air.

Kita anggap saya tim nasional akan melawan Thailand atau Myanmar di final, menghadapi mereka (timnas Thailand/Myanmar-red) adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh tim nasional. Berangkat dari pengalaman kekelahan 4-2 di fase grup melawan Thailand, setidaknya ada dua hal yang menyebabkan kekalahan tersebut.

Pertama, harus diakui kualitas rerata skill pemain Thailand ada diatas pemain nasional dan itu tercermin dari pertandingan fase grup bagaimana Thailand berhasil menekan tim nasional dan memberikan sedikit peluang untuk Indonesia menghasilkan skor.

Karakter tim nasional Thailand lebih pada agresivitas, maklum saja pelatih tim nasional mereka Kiatisuk Senamuang dikenal sebagai mantan striker handal di-era-nya. Pengagum Kurniawan Dwi Julianto ini memang lebih menekankan agresivitas penyeranganm, walaupun pada poin tertentu Thailand juga tim yang sangat baik dalam bertahan sebagai contoh keberhasilan mereka menahan seri tim nasional Australia beberapa waktu lalu.

Kedua, kondisi fisik tim nasional yang masih terlihat kedodoran terutama jika bermain dalam tensi tinggi dan penuh dengan tekanan, akan tetapi kelebihan satu hari menuju final dibandingkan dengan Thailand/Myanmar.

Kunci di final adalah kebugaran fisilk, taktik bermain dan mental. Jika tim nasional mampu untuk memaksimalkan ketiga hal tersebut segala sesuatu akan dapat terjadi jikalaupun harus menghadapi Thailand. Mungkin Rield bisa meniru strategi Conte dengan memperkuat barisan pertahan dan belajar melakukan tactical counter attack, dan ini tentunya perlu konsentrasi yang luar biasa dari seluruh pemain tim nasional. Dan pemain kita punya potensi melakukan hal itu Lilipaly, Boaz, Andik dan Lestusen adalah tipikal pemain sprinter yang dapat dimaksimalkan oleh Riedl.

Pada akhirnya buat saya mencapai final saja sudah merupakan prestasi yang patut kita syukuri, walau pada satu titik kenapa tidak Sang Garuda terbang lebih tinggi.***

* Arizka Warganegara adalah staf pengajar FISIP Unila yang sedang studi S3 di University of Leeds. Tinggal di Leeds, Inggris.