Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Aliansi Masyarakat Lampura Tuntut Presiden Prancis Minta Maaf

Aliansi Masyarakat Lampura Tuntut Presiden Prancis Minta Maaf

104
BERBAGI
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Lampung Utara untuk menuntut permintaan maaf dari Presiden Perancis terkait pernyataannya yang telah menyinggung perasaan umat muslim
Unjuk rasa di Kotabumi, Lampung Utara, untuk menuntut Presiden Macron meminta maaf, Senin (23/11/2020).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Aliansi masyarakat Lampung Utara menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk segera meminta maaf atas pernyataanya yang telah melukai perasaan umat muslim dunia. Tuntutan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di halaman kantor Pemkab Lampung Utara, Senin (23/11/2020).

Aksi unjuk rasa ini diikuti sekitar 20-30 orang. Kebanyakan mereka terdiri dari kaum perempuan. Para perempuan berada di atas mobil pikap, sedangkan kaum laki – laki berada di posisi sebaliknya.

“Karena pernyataannya sangat melukai perasaan umat muslim maka Presiden Perancis harus segera meminta maaf kepada umat muslim dunia,” ‎tegas Adi Rasyid dalam orasinya.

Aliansi Masyarakat Lampung Utara juga meminta Pemerintah Indonesia untuk segera memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Prancis. Terakhir, mereka meminta Pemkab Lampung Utara menerbitkan peraturan yang berisikan larangan pemasaran produk – produk dari negara Perancis.

“Mohon segera terbitkan aturan yang melarang pemasaran produk Prancis,” kata dia.

Selang beberapa menit kemudian, perwakilan Pemkab Lampung Utara‎ menemui para peserta aksi unjuk rasa. Dalam hal ini, pemkab diwakilkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Fadly Achmad.

Menyikapi tuntu‎tan tersebut, Fadly Achmad mengatakan akan segera menyampaikan tuntutan tersebut kepada atasannya. Pihaknya akan berada di posisi netral terkait persoalan tersebut.

“Aspirasi ‎rekan – rekan akan saya sampaikan ke pimpinan,” jelasnya.