Beranda Politik Kiprah Alumni GMNI Lampung Dingatkan Soal Bahaya Ideologi Asing

Alumni GMNI Lampung Dingatkan Soal Bahaya Ideologi Asing

384
BERBAGI
Seminar
Seminar "Peran Alumni GMNI dalam Menguatkan Semangat Trisaksi Menghadapi Tantangan Politik Identitas di Era Milenial", di Hotel Sheraton Bandarlampung, Rabu (12/11).

Dandy Ibrahim | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Di era globalisasi ini sangat mudah masuknya ideologi-ideologi yang bisa merusak kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Hal itu dikatakan Karyono Wibowo dari Indonesia Public Institute (IPI) dalam seminar “Peran Alumni GMNI dalam Menguatkan Semangat Trisaksi Menghadapi Tantangan Politik Identitas di Era Milenial”, di Hotel Sheraton Bandarlampung, Rabu (12/11).

“Di era Globalidasi seperti sekarang ini membuka ruang masuknya ideologi-ideologi impor, jika negara tidak membentengi tidak melakukan filter ideologi-ideologi akan mudah masuk,” katanua.

Masuknya idelogi-idologi asing seperti liberalisme dan radikalisme menurut Karyono Wibowo tidak bisa diremehkan, karena sudah ada contoh negara yang hancur karena konflik identitas seperti Syiria, Irak, dan Libya.

“Ketika ada yang merongrong Pancasila harus cepat ditindak jangan dibiarkan membesar, tugas BIN, Polisi serta BPIB untuk melakukan filterisasi masuknya ideologi-ideologi impor itu,” tegasnya.

Untuk itu dia mengajak generasi muda serta seluruh komponen bangsa selalu waspada dan bersatu untuk melawan segala bentuk upaya yang akan mengganti pancasila dan ini merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.

Ketua Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Lampung Edwin Hanibal mengatakan tujuan seminar itu untuk mendorong temen-temen alumni untuk bisa menyemangti semangat trisakti untuk menghadapi tantangan politik identitas.

“Kita harapkan temen-temen alumni dan peserta seminar bisa memberikan penjelasan kepada generasi milenia apa itu mandiri dibidang pangan, politik, kepribadian dibidang budaya agar anak-anak milenia tidak tahunya dari googling saja,” jelas mantan Komesioner KPU Lampung itu.

Loading...