Beranda Pendidikan Kampus Alumni Program Bidikmisi Dapat Prioritas Jadi Dosen

Alumni Program Bidikmisi Dapat Prioritas Jadi Dosen

33
BERBAGI
Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin

Siti Qodratin Aulia/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Universitas Lampung (Unila) memprioritaskan para alumnus progra, pendidikan masyarakat miskin berprestasi (Bidikmisi) menjadi dosen. Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin mengatakan prioritas bagi alumni Bidikmisi itu sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Surat edarannya sudah saya terima beberapa waktu lalu. Jadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mengedepankan para alumni penerima Bidikmisi di tiap PTN untuk memperoleh Beasiswa Unggulan Dikti yang memang dipriotitaskan menjadi dosen PTN,” ujar Hasriadi,  Rabu (29/1).

Hasriai mengatakan Bidikmisi merupakan bantuan penuh pembiayaan pendidikan. Diberikan pemerintah kepada mahasiswa PTN kurang mampu secara ekonomi, tetapi memiliki kemampuan akademik memadai. Penerima Bidikmisi dijaring melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Beasiswa Unggulan Dikti, kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini, merupakan bantuan lanjut studi program magister (S2) maupun doktoral (S3). Diperuntukkan bagi alumni PTN yang memiliki prestasi akademik untuk kemudian diangkat menjadi tenaga pendidik PTN bersangkutan. Itu setelah mereka menuntaskan masa studinya di berbagai perguruan tinggi dalam negeri.

Dengan program alumni perguruan tinggi yang tidak mampu secara ekonomi untuk menjadi dosen sangat terbuka. Jika tidak demikian maka peluang mereka menjadi dosen akan sangat sulit, mengingat biaya pendidikan saat ini sangat tinggi, apalagi hingga jenjang S2 dan S3 yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Untuk bisa mendapatkan beasiswa Bidikmisi beberapa syarat harus dipenuhi. Antara lain mahasiswa erasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan  memiliki prestasi akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler. Mahasiswa Bidikmisi dapat memilih program pendidikan Diploma III, IV dan sarjana S1. Tiap calon mahasiswa dapat memilih maksimal dua program studi, baik dalam satu perguruan tinggi atau di dua perguruan tinggi yang berbeda.

Beasiswa ini diberikan sejak sang mahasiswa dinyatakan diterima dan memulai kegiatan akademik di perguruan tinggi, sampai menyelesaikan semester 8 (untuk program diploma IV dan S1) dan semester 6 (untuk program Diploma III) dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.

Hasriadi menambahkan, Unila sendiri dalam tiga tahun terakhir telah mengelola sekitar 1.500 mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Untuk tahun pertama Unila memperoleh kuota 300 orang, tahun kedua 500 orang, dan tahun ketiga berjumlah 700 orang.

“Peningkatan kuota hampir terjadi setiap tahun, ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah memberdayakan mereka yang tak mampu di negeri ini,”kata dia.

Sumber: unila.ac.id